Monitor, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan saat ini budaya kritis di sektor mahasiswa sebagai agent of change sangat kurang dominan.
"Saya harap temen- temen tidak terlena dengan kegiatan rutinitas internal tetapi tetap harus ditopang dengan kegiatan individual khususnya melalui media sosial, manfaatkan itu dengan baik," katanya saat menerima Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhist Indonesia (PP Hikmahbudi) di Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap semua masalah pasti ada solusi dengan mengembalikan ke agama dan kepercayaan masing-masing.
"Sampaikan melalui tulisan-tulisan kritis cara berfikir bangsa ini kalian sebagai mahasiswa, kembalikan kepada semangat sejarah dan doktrin agama karena tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pengkotak-kotakan, saya ajak untuk tetap kritis jangan takut karena kita negara hukum," ujarnya.
"Silahkan teman-teman yang memiliki blog apapun media sosial apapun ungkapkan sikap kritis kita terhadap keadaan ini disana karena kalau kita diam berarti kita mempersilakan mereka yang salah untuk terus jalan, arahkan ke jalan yang baik karena semua agama mengajarkan kerukunan, kedamaian dan soliditas jika kemudian ada pihak yang ingin memecahbelah maka harus kita lawan," pesan Menpora.
MONITOR, Kediri – Forum bedah buku dalam rangka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar…
MONITOR, Depok – Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal kehidupan…
MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan kunjungan kerja ke sentra…
Oleh: Akhmad Sururi(Plt. Sekretaris Jenderal DPP FKDT) Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…