Categories: BERITAPERISTIWA

Soal Hashtag #BoikotIndosat, Netizen Dinilai Gagal Paham

Monitor, Jakarta – Para pengguna media sosial Twitter dihebohkan dengan tulisan status facebook seorang karyawan Indosat Oeredoo Riko M Farajab (RMF) yang sempat menjadi viral karena statusnya mengkritik secara tajam pemerintah yang mengundang pro dan kontra.

Dalam status di akun media sosial facebook miliknya, Riko pada Selasa (30/5) lalu mengomentari perkembangan kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan mengatakan pemerintah saat ini yang menurutnya telah melakukan perbuatan zalim terhadap ulama dengan sebutan rezim terburuk dalam sejarah perpolitikan Indonesia.

Merespon polemik tersebut, Direktur Utama sekaligus CEO Indosat Oeredoo Alexander Rusli langsung bersikap dengan memberikan peringatan verbal kepada Riko sesuai peraturan perusahaan yang berlaku. 

(Baca : Tidak Dipecat, Karyawan Indosat yang Dukung Rizieq Shihab Diperingatkan Verbal)

“Bukan hoax Pak. Langkah sudah diambil. Spt yg disampaikan terpisah kami tdk tolerir staf yg terbukti tdk sejalan dgn negara dan pemerintah,” demikian pernyataan Alexander melalui akun @alexanderrusli pada Sabtu (3/6/2017) lalu.

“Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI,” kata Alexander di bagian lain Twitter-nya pada Jumat (2/6).

Jawaban dari Alexander ini justeru malah memicu perdebatan ke arah lain. Bahkan banyak yang mengecam kicauan dari CEO Indosat Alexander tersebut hingga akhirnya memunculkan seruan dengan hastag (tanda pagar) #Boikotindosat.

Menanggapi respon netizen yang sebagian besar merupakan pendukung FPI dan Habib Rizieq, pegiat media sosial Ahmad Haitami Asyari mengatakan bahwa respon tersebut berlebihan sekaligus menandakan kesalah pahaman yang mendasar. 

"Saya kira ini hanya salah paham atau lebih tepatnya gagal paham," katanya kepada monitor, Rabu (7/6).

Haitami menjelaskan apa yang dilakukan oleh manajemen Indosat Oeredoo telah sesuai dengan ketentuan dengan cara menegur dan memberi peringatan verbal.

Menurut Haitami, apa yang menjadi polemik seputar status facebook Riko memang sangat tidak elok disampaikan secara terbuka. Apalagi tambah Haitami status Riko bagaimanapun tidak terlepas dari posisinya sebagai karyawan di Indosat yang memiliki aturan terikat untuk tidak menyinggung isu-isu sensitif seperti politik di ruang publik.

Untuk itu, Haitami juga meminta kepada para Netizen agar berlaku bijak dan mengedepankan pemahaman setiap persoalan yang muncul di sosial media secara utuh. Tidak reaktif apalagi sampai menjustfikasi negatif perusahaan. 

"Ini bukan soal dukung atau tidak dengan ulama. Manajemen Indosat kan merespon aduan netizen juga terkait kritik terhadap pemerintah. itukan isu sensitif dan dapat mengganggu stabilitas perusahaan, jadi marilah kita bersikap bijak," pungkasnya.

Recent Posts

Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan jalan tol yang lancar,…

4 jam yang lalu

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi…

5 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan OJK Sepakat Akselerasi Pembiayaan dan Perluasan Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

5 jam yang lalu

DPR Dorong Maksimalkan Penggunaan Teknologi untuk Padamkan Kebakaran di Kawasan Bromo

MONITOR, Jakarta - Anggota Komis IV DPR RI, Daniel Johan menyesalkan terjadinya kebakaran hebat di…

8 jam yang lalu

Sidak Kemenhaj Jakarta Timur, Wamenhaj Dahnil Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Penyimpangan Haji

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak…

13 jam yang lalu

Puan Minta Kebakaran Bromo Segera Ditangani Total, Ingatkan Pentingnya Keselamatan Warga dari Karhutla

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan…

21 jam yang lalu