Categories: BERITAINTERNASIONAL

Komentar Irak Soal Krisis Diplomatik Qatar

Monitor, Baghdad – Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi menyesalkan krisis antara Arab Saudi serta sekutunya dan Qatar, dan berikrar akan bekerja sama dengan setiap negara untuk mengalahkan petempur ISIS.

"Kami menyesalkan silang pendapat yang melanda wilayah ini saat ini," kata Al-Abadi dalam taklimat setelah pertemuan mingguan kabinetnya, seperti dikutip Antara.

Perdana Menteri Irak tersebut merujuk kepada krisis antara beberapa negara Arab dan Qatar, ketika Arab Saudi serta sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dalam peningkatan pergolakan kekuasaan di Timur Tengah. Banyak pengamat berpendapat krisis itu menciptakan celah dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Negara-negara di Wilayah Timur Tengah telah menyadari tak ada negara yang jauh dari terorisme, demikian laporan Xinhua. 

Mereka mengatakan, "Irak siap bekerja sama dengan setiap negara yang ingin menghapuskan terorisme," kata Al-Abadi kepada wartawan dalam taklimat yang ditayangkan televisi.

"Terorisme tidak membidik pihak atau kelompok tertentu, tapi berusaha membidik kehidupan dalam segala bentuknya," kata Al-Abadi.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yaman, Mesir dan Libya pada Senin mengumumkan mereka memutuskan hubungan dengan Qatar. Negara Arab tersebut menuduh Doha "mendukung dan mendanai terorisme" serta mencampuri urusan dalam negeri mereka, tapi Qatar telah membantah tuduhan itu.

Sementara itu, Al-Abadi juga mengatakan Pemerintah Irak takkan membiarkan setiap kekuatan Irak melintasi perbatasan Suriah untuk memerangi petempur ISIS di negara tetangga Irak tersebut.

"Kita sekarang mengendalikan perbatasan Irak-Suriah. Irak tak ingin memasuki konflik di dalam wilayah Suriah," tambah Al-Abadi. Ia membantah sebagian laporan media yang mengatakan unit Hashd Shaabi, yang kebanyakan adalah pengikut Syiah, memasuki Suriah untuk mendukung pasukan Pemerintah Suriah memerangi gerilyawan Suriah.

Satuan paramiliter itu melancarkan operasi besar yang dirancang untuk mengamankan daerah perbatasan dennggan Suria memutus jalur pasokan IS antara Moosul dan Kota Raqqa di Suriah, Ibu Kota de fakto Kekhalifahan ISIS –yang diproklamasikan secara sepihak.

Pada 29 Mei, satuan tersebut untuk pertaamma kali tiba di perbatasan Irak-Suriah dan terus membersihkan puluhan desa di daerah berbukit antara Provinsi Nineveh di Irak Utara dan Provinsi Anbar di bagian baratnya.

Operasi di dekat perbatasan Suriah itu dilancarkan saat pasukan keamanan Irak, yang didukung oleh koalisi internasional pimpinan AS, secara serentak melancarkan serangan besar untuk mengusir petempur ISIS dari sisa kubu mereka di pinggir barat Mosul.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

11 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

11 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

17 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 hari yang lalu