Categories: BERITAINTERNASIONAL

Respon dan Bantahan Qatar atas Tuduhan Arab Saudi

Monitor – Empat Negara Teluk plus yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yaman dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas dalih dukungan Qatar kepada para islamis, khususnya Ikhwanul Muslimin yang dianggap keempat negara sebagai musuh politik yang berbahaya.

"Qatar merangkul kelompok-kelompok teroris dan sektarian yang punya tujuan mengganggu stabilitas kawasan, termasuk Ikhwanul Muslimin, ISIS dan Alqaeda, serta mempromosikan pesan dan skema-skema kelompok-kelompok ini lewat media mereka secara terus menerus," kata Pejabat Kerajaan Arab Saudi dikutip kantor berita Saudi SPA.

Saudi juga menuduh Qatar menyokong para militan dukungan Iran di Provinsi Qatif dan Bahrain yang kebanyakan penduduknya Syiah.(Baca : Ramai-ramai Kucilkan Qatar)

Bantahan Qatar

Merespon tuduhan itu, Qatar dengan tegas membantahnya. Negara kaya tersebut menegaskan bahwa mereka tidak pernah mencampuri urusan rumah tangga negara lain.

"Kampanye hasutan ini didasarkan kepada kebohongan yang sudah mencapai tingkat fabrikasi sempurna," kata kementerian luar negeri Qatar dalam sebuah pernyataan tertulis seperti dikutip Reuters. Senin (5/6).

Kementerian Luar Negeri Qatar dalam sebuah pernyataan mengecam keputusan tiga negara Teluk dan Mesir untuk memutuskan hubungan dengan negara tersebut dan menyebut keputusan itu tidak dapat dibenarkan karena didasarkan pada klaim palsu dan tidak berdasar.

"Tujuannya jelas, dan itu adalah untuk memberlakukan perwalian pada negara. Ini dengan sendirinya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan (Qatar) sebagai sebuah negara," kata penyataan Kementerian Luar Negeri Qatar yang dikutip kantor berita AFP. Senin (5/6).

Pulangkan Warganya

Menindaklanjuti pemutusan hubungan diplomatik oleh sejumlah negara tetangganya itu, Qatar bergerak cepat dengan meminta warga negaranya untuk meninggalkan Uni Emirat Arab dalam 14 hari termasuk meminta warganya yang tidak bisa pulang ke Doha secara langsung harus terbang melewati Kuwait atau Oman. Mematuhi keputusan Abu Dhabi yang memutus hubungan diplomatik dengan Doha.

"Warga Qatar harus meninggalkan Uni Emirat Arab dalam 14 hari, sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Emirat," tulis kedutaan dalam akun Twitter resminya, yang dikutip Reuters. Senin (5/6).

Sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir menuding Qatar telah sengaja mendukung kelompok-kelompok radikal–yang beberapa di antaranya berafiliasi langsung dengan Iran–dan menyiarkan ideologi mereka di stasiun televisi Al Jazeera.

Recent Posts

Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan jalan tol yang lancar,…

38 menit yang lalu

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi…

1 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan OJK Sepakat Akselerasi Pembiayaan dan Perluasan Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

2 jam yang lalu

DPR Dorong Maksimalkan Penggunaan Teknologi untuk Padamkan Kebakaran di Kawasan Bromo

MONITOR, Jakarta - Anggota Komis IV DPR RI, Daniel Johan menyesalkan terjadinya kebakaran hebat di…

4 jam yang lalu

Sidak Kemenhaj Jakarta Timur, Wamenhaj Dahnil Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Penyimpangan Haji

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak…

10 jam yang lalu

Puan Minta Kebakaran Bromo Segera Ditangani Total, Ingatkan Pentingnya Keselamatan Warga dari Karhutla

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan…

17 jam yang lalu