Senin, 23 Mei, 2022

Kenaikan Laju Inflasi di luar Proyeksi

Monitor, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Mei 2017 sebesar 0,39 persen, yang dipengaruhi oleh tingginya harga bahan makanan dan penyesuaian tarif listrik untuk rumah tangga 900 VA. Dengan inflasi sebesar itu, maka inflasi tahun kalender Januari-Mei telah mencapai 1,67 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (year on year) sebesar 4,33 persen.

Adapun beberapa hal yang memicu kenaikan inflasi antara alain kenaikan harga adalah bawang putih yang menyumbang inflasi 0,08 persen, telur ayam ras 0,05 persen, daging ayam ras 0,04 persen serta beras, daging sapi dan cabai merah masing-masing 0,01 persen.

Menanggapi soal kenaikaninflasi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan inflasi pada Mei 2017 yang tercatat mencapai 0,39 persen sudah sedikit lebih tinggi dari proyeksi awal.

"Sedikit tinggi, walau tidak tinggi sekali. Artinya untuk mencapai target di bawah lima persen, masih oke, tapi sudah sedikit terlalu tinggi," kata Darmin di Jakarta, Jumat (2/6/2017).

- Advertisement -

Darmin mengatakan laju inflasi pada Mei itu masih sesuai dengan rata-rata proyeksi inflasi dalam sebulan sebesar 0,2 persen-0,4 persen, dengan perkiraan target inflasi pada akhir tahun di bawah lima persen.

Namun, pencapaian laju inflasi ini akan menjadi perhatian pemerintah agar pada akhir tahun tingkat inflasi tetap terkendali dan tidak melebihi proyeksi.

"Kesimpulannya masih dalam range yang cukup baik, tapi sudah mulai mentok ke atas," ujarnya. (Ant)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER