Jangan Generalisir dan Sudutkan BPK

Monitor, Jakarta—Kisah penangkapan dua auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Banyak yang memprihatinkan BPK, sebaliknya, tak sedikit pula yang mencibir KPK.

Anggota Komisi XI DPR M Mukhamad Misbakhun mengingatkan publik agar tak menyudutkan BPK. Menurutnya, BPK tetap merupakan lembaga auditor yang sah dan kredibel.

“Saya masih percaya bahwa BPK secara kelembagaan masih kredibel. Mekanisme yang dibangun, sistem kerja dan tata kelola di lembaga yang mempunyai tugas sebagai supreme auditor keuangan negara itu sudah terbangun dengan baik,”  ujar Misbakhun.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan, kesalahan dua auditor BPK yang terjaring OTT KPK tak semestinya dianggap sebagai kesalahan lembaga. Misbakhun tak setuju jika BPK dijadikan bulan-bulanan lantaran kesalahan dua orang pegawainya.

“Kejadian OTT terhadap oknum auditor BPK yang lalai dalam menjalankan tugas oleh KPK tidak bisa serta merta kemudian dijadikan sarana untuk menghukum BPK secara kelembagaan. Silakan KPK bekerja menuntaskan kasus OTT tersebut sesuai dengan kewenangannya,” papar Misbakhun.

Pendapat senada diutarakan pakar hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof.Mudzakir. Ia menyatakan, dari kasus penangkapan dua auditor tersebut, jangan lantas digeneralisir bahwa kerja dan kinerja auditor BPK tidak beres.

Mudzakir justru menduga, kasus penangkapan dua auditor BPK ini terlalu dibesar-besarkan. KPK juga terkesan terlalu berlebihan dalam mengungkap kasus ini, sehingga seolah-olah ada agenda atau bahkan target yang diusung. Menurut Mudzakir, tidak keliru juga jika masyarakat berpendapat bahwa penangkapan dua auditor BPK ini adalah aksi balas dendam KPK atas penerapan status pelanggaran konstitusi oleh KPK, terkait dugaan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan negara di KPK. (*)

Recent Posts

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

6 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

17 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

22 jam yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

23 jam yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

24 jam yang lalu

Kemenhaj–Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Pastikan Antrean Lebih Akurat

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya meningkatkan akurasi, transparansi, dan kualitas pelayanan ibadah haji, Menteri bersama…

1 hari yang lalu