Jumat, Mei 27, 2022

Dewan Keamanan PBB Sayangkan Myanmar dan Thailand Deportasi Warga Turki

Monitor, Bangkok – Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan sangat prihatin pada Sabtu atas langkah Myanmar dan Thailand memulangkan warga Turki, Sabtu (27/5). 

Mohammet Furkan Sokmen mantan karyawan sekolah antarbangsa di Yangon dipulangkan Myanmar dan Thailand atas dugaan terkait upaya kudeta pada Juli 2016 silam di Turki.

Muhammet dilaporkan ditangkap di bandar udara Yangon pada Rabu, Ia dikirim ke Thailand, tempat ia ditahan di pusat penahanan imigrasi sebelum dipulangakan ke Turki pada Jumat.

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan pemulangan Muhammet Furkan Sokmen ke Turki adalah salah satu dari peningkatan perkara warga negara Turki tersangka berhubungan dengan ulama Fethullah Gulen, yang bermukim di Amerika Serikat.

- Advertisement -

"Hak Asasi Manusia PBB untuk Asia Tenggara mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tindakan Myanmar -melalui Thailand- memulangkan warga Turki Muhammet Furkan Sokmen dan sangat mendesak pihak berwenang tidak memulangkan mereka, yang dianggap terancam saat kembali ke Turki," kata pernyataan PBB.

"Kami mengulangi seruan kami kepada semua pemerintah, termasuk dalam perkara terkini, pemerintah Thailand dan Myanmar, menerapkan pranata peninjauan saksama sebelum melakukan pemulangan," kata Laurent Meillan, pejabat perwakilan perwakilan Kantor Hak Asasi Manusia PBB untuk Asia Tenggara.

Juru bicara polisi Myanmar Kolonel Myo Thu Soe, mengatakan kepada Reuters bahwa pejabat dari Kedutaan Turki memberinya surat pengenal dan Muhammet dibawa pesawat Myanmar Airways ke Bangkok, sementara istri dan anak perempuannya masih di Yangon. (Ant)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER