Khofifah-Emil Sukses Paparkan Program, Gus Ipul-Puti Tampil Grogi

MONITOR, Surabaya – Debat perdana Pilgub Jawa Timur menghadirkan dua pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur. Masing-masing kandidat memaparkan program-program unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dari penampilan perdana di debat terbuka yang digelar KPU Jatim di Dyandra Convention Centre, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/4/2018) pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dinilai tampil lebih menguasai materi.

Sementara pasangan Gubernur-Wakil Gubernu Jawa Timur, nomor 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur tampak tampil grogi. Hal itu tampak saat segmen debat  antara calon Wakil Gubernur.

Perdebatan memanas ketika Puti memaparkan data soal gizi buruk di Trenggalek. Puti mengaku saat mengunjungi Trenggalek menemukan data bahwa tingkat pengangguran dan kemiskinannya meningkat.

Wanita yang lama tinggal di Jawa Barat ini menyebutkan ada peningkatan angka kemiskinan di tahun 2017. Dia menyebut pada tahun 2016 tingkat kemiskinan di Kabupaten Trenggalek naik 0,17 persen.

Sayangnya data yang diterima disebutkan Emil tidak sesuai karena tidak berdasarkam data aktual.

“Kalau bicara soal kemiskinan, penurunan kemiskinan bisa melebihi di provinsi. Angkanya sekarang, sudah enggak usah teriak. Ya cek aja. jangan lihat secara statistik, lihat misalnya 3 periode," tegas Emil.

Data yang disebutkan Puti terbantahkan dengan data yang diambil dari situs resmi BPS Kabupaten Trenggalek. Dalam laporan BPS, Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Trenggalek, Deni Irawan menyebut jumlah penduduk miskin di Kabupaten Trenggalek disebutkan pada 2016 dan 2017 relatif menurun.

“Tingkat penurunannya dari angka 91,49 ribu orang atau 13,24 persen turun menjadi 89,77 ribu orang atau 12,96 persen,” tutur Deni.

Dari penampilan tersebut, Pakar Politik Universitas Brawijaya, Ahmad Hasan Ubeid menyebutkan data yang disebutkan Khofifah-Emil dinilai sesuai dengan fakta di lapangan. Sehingga menurutnya itu menjadi stimulan suksesnya program-program yang akan disusun.

"Data yang disampaikan, pasangan yang paling banyak menyampaikan secara lapangan Khofifah-Emil. Mereka lebih unggul pada data yang dimiliki secara faktual," pungkasnya.