Pemerintahan

Jokowi Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ilustrasi: pengungsi Rohingya di Bangladesh

MONITOR - Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Bangladesh dimanfaatkan nampaknya dimanfaatkan untuk melihat langsung pengungsi etnis Rohingya, yang berada di perbatasan negara itu dengan Myanmar.

Berdasarkan siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Minggu (28/), Presiden dan Ibu Negara Iriana akan meninjau camp pengungsi itu.

Dari Dhaka, Ibu kota Bangladesh, Presiden dan Ibu Negara akan menggunakan pesawat Kepresidenan RI 1 menuju daerah Cox's Bazar dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka.

"Dari Cox’s Bazar, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju penampungan pengungsi Kamp Jamtoli dengan menggunakan mobil. Di sini, Presiden akan bertemu dengan pengungsi Rakhine State," dalam siaran persnya.

Sore harinya, keduanya bersama rombongan akan kembali ke Dhaka. Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina. Setelah itu, Presiden Jokowi dan PM Hasina menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antarkedua negara.

Sebelum berkunjung ke Kantor PM Bangladesh, Jokowi dan Iriana terlebih dahulu mengikuti upacara peletakan karangan bunga di National Matryrs Memorial Savar dan peletakan karangan bunga di Bangabhandu Memorial Museum.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Hasina, akan membahas perdagangan kedua negara. Ada lima kerja sama yang akan ditandatangani.

“Ada penandatanganan lima MoU, satu mengenai Foreign Affairs Consultation, kedua Komunike Bersama mengenai IUU Fishing, lalu ketiga adalah announcement mengenai pembentukan PTA. Keempat, menyangkut pembelian LNG dan kelima pembangunan power plant LNG. Insya Allah, ada lima yang akan ditandatangani,” jelas Retno.

(hen)