Sulawesi

Stok dan Harga Pangan Pokok di Sulawesi Utara jelang Nataru 2018

Rapat koordinasi (Rakor) Pangan Sulawesi Utara

MONITOR, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) pangan yang dihadiri Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Perum Bulog Divre Sulawesi Utara - Gorontalo, para Kepala Dinas Provinsi dan kabupaten/kota, serta stakeholder terkait.

Dalam paparannya Mulyadi Hendiawan, Sekretaris BKP mengatakan bahwa secara nasional pada tahun 2017 produksi pangan dalam negeri meningkat cukup tajam, sehingga ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis seperti beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam,dan telur ayam ras terpantau surplus sehingga bisa dikatakan aman (walaupun untuk kedelai dan daging sapi masih harus dipenuhi dari impor).

"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok pangan cukup dan harganya juga terkangkau," kata Mulyadi.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Pangan Daerah Muhammad R. Mokoginta mengatakan, perlunya melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumlah stok. "Kita perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang," Ujarnya.

Berdasarkan data BULOG, selama stok 8 komoditas pangan yang dikelolanya aman, masyarakat tidak perlu khawatir. BULOG masih memiliki stok sebesar 1,1 juta ton beras, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 5 bulan ke depan. Adapun stok BULOG lainnya yaitu: gula pasir 413,34 ribu ton; jagung 29,35 ribu ton; daging sapi 18 ton; daging kerbau 17,77 ribu ton; bawang merah 30 ton; bawang putih 293 ton; dan minyak goreng 1,18 juta liter.

Sedsngkan data Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, jumlah ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis jelang Natal dan Tahun Baru, sebagian besar aman. Sebagai contoh beras surplus 32.850 ton; jagung surplus 133.205 ton; daging sapi surplus 343 ton; daging ayam ras surplus 1,392 ribu ton; telur ayam surplus 2.075 ton.

Khusus untuk cabai merah defisit 138 ton dan bawang merah 78 ton dari sisi produksi, namun kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara dapat terpenuhi karena adanya pasokan dari wilayah lain (Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur) lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga.

Beberapa komoditas pangan pokok dan strategis pada tahun 2017 juga mengalami penurunan harga dibanding tahun 2016, antara lain cabai merah keriting turun 40%, bawang merah turun 26%, terigu turun 12%, gula pasir turun 9%, telur ayam ras turun 8%, bahkan beras juga turun sekitar 2%.

Hal ini menunjukkan tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulawesi Utara yang selalu terjaga dengan baik sehingga harus dipertahankan melalui upaya-upaya pengawasan melekat bersama Satgas Pangan Provinsi, khususnya menjelang hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 ini dimana secara umum permintaan terhadap minyak goreng, telur, dan cabai akan meningkat.

(jml)