Megapolitan

Kesulitan Bayar Biaya Rumah Sakit, Dominggus: Pak Jokowi, Tolong Bantu Kami

Istri Dominggus dirawat di rumah sakit Jantung Harapan Kita Jakarta

MONITOR, Jakarta - Pasien atas nama Selfince Boboy, istri dari Dominggus Lima sudah lima hari terbaring di rumah sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Keluarga ini tengah kesulitan mencari bantuan biaya untuk mengobati istrinya yang terkena serangan jantung.

"Istri saya datang ke sini untuk kunjung anak di Tangerang. Tiba-tiba ada kejadian begini, kami bawa ke rumah sakit dan dirujuk ke sini (RS Harapan Kita). Kami tidak persiapan apa-apa, sehingga di sini disuruh bayar pribadi," ujar Dominggus kepada wartawan di Jakarta (12/10).

Sang istri terkena serangan jantung, masuk melalui ICU RS Harapan Kita. Karena kesulitan biaya, pihak rumah sakit memberi kesempatan 3 hari kepada keluarga Dominggus untuk mengurus BPJS di Kupang agar bisa ditanggung BPJS.

Namun setelah mendapatkan nomor kartu BPJS yang dilengkapi surat keterangan miskin dari Dinas Sosial Kota Kupang, pihak BPJS tetap tidak bisa menanggung biaya rumah sakit.

"Kami disuruh urus BPJS. Sekarang sudah ada nomor kartu, tapi katanya tidak aktif. Pihak BPJS Kupang minta kami urus surat keterangan miskin. Sudah urus tapi tetap tidak bisa," jelas Dominggus.

Kesulitan biaya, kata Dominggus meminta dokter untuk tidak melakukan tindakan besar yang bisa menyulitkan keluarganya.

"Dokternya sangat baik, merawat istri saya dengan baik. Saya minta supaya jangan dulu pemasangan cincin. Dokternya mau membantu," ungkap Dominggus.

Sementara, Direktur Utama BPJS Fahmi Idris saat dihubungi Rabu (11/10) kemarin, mengaku akan meminta kepala cabang BPJS Kupang untuk membantu keluarga Selfince. Akan tetapi, hingga hari ini pihak BPJS belum menghubungi kelurga untuk memberi solusi.

"Saya minta kepala cabang menghubungi pak, akan kita optimal sesuai ketentuan," tutur Fahmi Idris melalui pesan singkatnya.

Sebelum ke Jakarta, Dominggus bersama istrinya sebetulnya sudah mengurus kartu BPJS. Namun uang yang dititipkan melalui seorang perawat di Kupang, kesulitan melakukan pembyararan.

"Kami sudah kasih uang untuk bayar BPJS dari 2 bulan lalu. Tapi ibu perawat yang bantu bayar itu katanya sistem online selalu error. Mau bagimana lagi, " ungkap Dominggus.

Hingga Rabu kemarin, pihak rumah sakit menyampaikan kepada keluarga, biaya yang harus dibayar sudah mencapai Rp 19 juta lebih. Biaya tersebut terus bertambah seiring masih dirawatnya Selfince Boboy. Dari pihak keluarga pun berharap pemerintah memberi solusi atas kesulitan biaya yang sedang dihadapi Selfince.

"Pak Jokowi, tolong bantu kami pak. Kartu Sehat dari Bapak Jokowi harusnya bisa kami pake pak," harap Dominggus.

(tsar)