Keuangan

Tahun 2018, Perusahaan TBIG Fokus Bangun 1000 Menara

Ilustrasi gambar perusahaan TBIG (net)

MONITOR, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) akan fokus pada pertumbuhan organik dan target pembangunan 1000 menaranya, yang 80% dibangun di luar pulau Jawa tahun ini.

Rencananya, TBIG menganggarkan belanja modal sebesar 1 Triliun dengan rincian 1 menara habiskan 1 milyar. Dana tersebut didapat dari kombinasi kas internal dan pinjaman bank.

Terkait pendanaan dari perbankan, perusahaan menara ini masih memiliki dana 200 juta dolar atau sekitar 2.7 Trilyun yang belum ditarik dari sindikasi kredit 11 perbankan. Perusahaan itu juga belum berminat akuisisi dalam waktu dekat. Meski demikian, Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman tidak menolak jika kedepannya akan berakuisisi.

“Perusahaan tetap mempersiapkan pendanaan yang cukup untuk akuisisi, yang bersumber dari kas internal dan pinjaman bank,” ungkapnya di gedung Bursa Efek, Jakarta, Rabu (14/2).

Lanjut Helmy, meskipun hanya menargetkan 1.000 menara tahun ini, pihaknya tak menutup kemungkinan membangun 2.000 menara jika jumlah tenant dapat bertambah.

“Target 1000 menara, tapi jika order ada sampai 2000 kami sanggup, tunggu kabar dari operator aja. Kan bukan kami yang drive, kami bukan bangun lalu tawarkan tapi tunggu kabar dari telco operator baru kami bangun,” tutupnya.

Penambahan menara baru dimaksudkan untuk mengakomodasi kehadiran tenant baru. Hingga akhir 2017, jumlah tenant TBIG sudah mencapai 23.000. Adapun perseroan sendiri telah membangun sekitar 1.200 menara. TBIG sudah memiliki sekitar 13.600 menara per akhir kuartal III-2017.

(tsar)