Parlemen

Fadli Zon: Pena Jurnalis jauh lebih Tajam dari Sebilah Pedang

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

MONITOR, Jakarta - Sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia, pers telah mengalami dinamika terkait peran dan kontribusinya dalam kehidupan sosial. Di jaman kolonial, pers dikuasai oleh para pemodal yang menguasai perkebunan karet, teh dan kina. Hingga era milenial kini, pers juga masih diarahkan oleh para pemilik modal.

Hal ini diutarakan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Politisi Gerindra ini menyatakan, kebebasan pers adalah hal mutlak yang harus tetap dijaga.

Untuk itu, di hari Pers Nasional 2018 ini ia mengimbau para pekerja pers untuk kembali kepada khittah pers yang sesungguhnya, serta menjaga diri dari hegemoni kekuasaan.

"Rekan-rekan jurnalis harus menjaga kehormatan penanya. Karena sesungguhnya pena jurnalis jauh lebih tajam dari sebilah pedang! Selamat Hari Pers Nasional, semoga di tahun politik, pers menjadi oase yang mengawal demokrasi dengan profesional dan independen,” ujar Fadli Zon dalam siaran pers yang diterima MONITOR, Jumat (9/2).

Fadli mengakui, di era modern ini tantangan yang dihadapi pers sangat pelik. Pers dihadapkan pada persoalan keberpihakan media pada pemilik media tersebut, ataupun kecenderungan pada pemerintah.

“Tugas pers bukanlah menyanjung-nyanjung pemerintah, melainkan jadi corong rakyat, menyuarakan kebenaran. Insan pers mestinya bisa belajar dari figur-figur jurnalis masa lampau, seperti Mochtar Lubis atau bahkan Tirtoadisoerjo," ujar Fadli.

(tsar)

Terpopuler