Ketum Partai Garuda : Kami tidak terafiliasi dengan tokoh manapun

MONITOR Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah meloloskan 14 partai sebagai Peserta Pemilu 2019, dimana empat diantaranya adalah partai baru. Sebut saja PSI yang diketuai mantan presenter berita Grace Natali, lalu Perindo yang dipimpin Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Partai Berkarya yang dibina oleh Tommy Soeharto dan salah satu partai baru yang belum banyak diketahui publik, yakni Partai Garuda.

Ya, belum banyak orang mengetahui asal usul partai yang seolah tiba-tiba saja muncul ke permukaan sebagai peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 6 itu. Minimnya pemberitaan dan ekspos media terkait partai yang dinahkodai oleh Ahmad Ridha Sabana itu semakin sukses memunculkan banyak pertanyaan publik.

Siapa tokoh dibalik partai yang khas dengan warna emas dan merah itu? lalu bagaimana gerakan yang dilakukan partai bernama panjang Gerakan Perubahan Indonesia itu, hingga benarkah isu afilasi dengan PKI yang pernah mencuat di lini masa sebelumnya?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, MONITOR mencoba untuk menemui Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana untuk melakukan sesi wawancara.

Berikut petikan wawancara MONITOR bersama Ahmad Ridha Sabana, Kamis (22/2):

 

Bagaimana awal proses pembentukan Partai Garuda?

Selain itu, proses panjang telah kami lalui awalnya berasal dari diskusi panjang rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat setempat hingga akhirnya berkesimpulan bahwa kami bisa membentuk partai.

Apalagi, ini juga berasal dari kerinduan teman-teman pemuda yang ingin bisa menyampaikan aspirasi.

Siapa sebenarnya tokoh yang ada di balik Partai Garuda ini?

Kami tidak memiliki tokoh besar dibelakang kami, ya kami sendirilah tokoh-tokohnya. Yang berasal dari pedagang pasar, guru, dan lainnya dan semuanya merupakan masyarakat biasa.

Karena kami ingin menciptakan tokoh-tokoh dari daerah masing-masing. Kami ingin menjadikan pengurus-pengurus daerah ini menjadi tokoh di daerahnya sendiri.

 

Apa sih, yang menjadi ciri khas dari Partai Garuda ini?

Gerakan kita jelas perubahan artinya kita ingin menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Karena menurut kami, sebuah bangsa harus dinamis, selain itu kami ingin mengakselerasi proses dinamika ini agar indonesia lebih baik.

 

Sebagai Partai Baru, apa Target Partai Garuda pada Pemilu Mendatang?

Hal pertama tentunya, parlemen threshold harus dilalui dan dengan memperoleh posisi middle.

Dengan kerja teman-teman di seluruh Indonesia saya kira kita telah membuktikan pembentukan partai ini sangat efisien dan terbukti efektif kita bisa lolos.

Bahkan, saat lolos posisi kami terbaik diantara partai baru lainnya. Alhamdulillah hasil dari faktual kita no 1 penyebarannya.

Selama proses mulai dari awal Partai Garuda akan dibentuk hingga pencalonan, Garuda banyak mempercayakan anak muda dalam prosesnya. Kenapa begitu mempercayakan mereka? 

Pada saat perjalanan kami, kami memberikan kesempatan kepada anak muda dan masyarakat lokal. Saat pembentukan kami juga melakukan kanvasing ke seluruh Indonesia, dan menyamakan visi-misi ternyata banyak sekali persamaannya.

Dalam perjalanannya, banyak sekali yang mengkaitkan partai anda dengan partai tertentu bahkan kedekatan anda dengan mbak Tutut. Seperti apa sebenarnya?

Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada satu partaipun atau tokoh yang terafiliasi dengan kami, meskipun saya dan Ahmad Riza Patria (DPP Gerindra) adalah kakak beradik dan sejak kecil oleh orang tua kami telah mengajarkan berpikir kritis sehinggaa saya sering berdiskusi dengan keluarga.

Akan tetapi saya tegaskan, dalam berpolitik saya tidak berkaitan dengan beliau.

Sementara dengan mbak Tutut, saya memang dulu pernah menjadi direksi karena saya bekerja di perusahaan beliau.

 

Partai Garuda ini tidak terlalu dikenal, bahkan jarang sekali tersentuh media, sebenarnya apa sih strategi yang di lakukan Partai Garuda?

Yang kami lakukan adalah bekerja dan bekerja, strategi nya adalah bekerja secara fokus.

Sedangkan untuk media, bukannya kami tidak ingin muncul dipermukaan, akan tetapi karena tidak ada yang melirik kami.

Apalagi saya tidak dikenal karena kami bukan tokoh besar atau artis. Sehingga memang tidak tercium karena tidak dikenal.

Apakah ada rencana untuk menjaring tokoh-tokoh terkenal seperti artis dll? 

Saya tidak mengenal artis ataupun tokoh-tokoh dan belum terpikir oleh kami melakukan itu.

Kita ingin membuktikan partai bisa dengan efisien dan bisa tanpa tokoh, serta, membuktikan untuk membentuk partai tidak perlu dengan biaya yang mahal.

Siapa saja, bisa mendirikan partai dan yang jadi ketua tidak harus mantan bupati atau keluarga mantan kepala daerah.

 

Strategi apa yang dilakukan Partai Garuda untuk memenangkan pileg mendatang?

Karena kami tahu persis anggota kami  di tingkatan kabupaten, kota bahkan provinsi mereka adalah orang-orang lokal dan kami mencari itu sehingga mereka tahu sekali apa yang mereka inginkan di daerah tersebut karena mereka besar disana.

Apa yang menjadi pembeda Partai Garuda dengan partai lainnya? 

Bahwa kami membuktikan proses dalam pembentukan partai, yang tidak memiliki tokoh, akan tetapi bisa dilakukan oleh masyarakat biasa.

Partai ini bukan punya DPP, sekjen atau saya. Ini partai mereka juga.

Kami merupaka partai sangat terbuka, saking terbukanya untuk menjadi pengurus anggota bahkan caleg kita tidak melihat siapa. Kita lebih mengejar kesamaan visi dan misi.

Sehingga kita tidak mengejar tokoh-tokoh lain, biarkan mereka yang menjadi tokoh.

Partai Garuda di isukan sebagai Partai PKI, bagaimana tanggapannya? 

Saya bingung saya anak Kyai, saya ketua remaja mesjid, saya anak rohis.
Sekjen saya lama di pesantren, lama hidup di langgar, berasal dari kalangan kyai juga.

Saya saja bingung itu isu darimana. Apa dasarnya apa,jelas bahwa di anggaran dasar ideologi kami pancasila. Tidak mungkinlah di Kumham dan KPU kalau kami komunis di loloskan.

Apa Harapan anda untuk Partai Garuda ke depan? 

Bisa menduduki kursi parlemen dan bisa memberikan warna sendiri di parlemen, sehingga aspirasi rakyat di daerah bisa terwujud.