Yusuf Mansur dukung Jokowi, Bisnis PayTren jadi Bulan-bulanan

1012
Ustadz Yusuf Mansur bersama KH Ma'ruf Amin

MONITOR, Jakarta – Merapatnya dukungan da’i kondang Ustadz Yusuf Mansur ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin menggegerkan para pengguna media sosial. Apalagi, baru-baru ini rekaman suara yang diduga milik Founder bisnis PayTren itu mencuat ke publik.

Dalam rekaman tersebut, Yusuf Mansur mengajak para guru, staf dan karyawannya yang bekerja di PPPA dan Daarul Quran untuk datang ke KPU memberikan dukungan bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Diduga, pesan dalam rekaman itu dibuat jelang detik-detik terakhir Jokowi akan memilih calon wakil presidennya.

Yusuf Mansur pun mengakui telah dihubungi pihak Istana. Namun ia enggan memberikan dukungan secara kelembagaan pesantren yang dia miliki. Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini tak mau mempolitisasi pesantrennya.

Kendati demikian, ia tetap setuju untuk memberikan dukungan terhadap pasangan tersebut secara perorangan. Walhasil, ia mengumumkan para karyawannya untuk ikut merapat dalam barisan Jokowi.

Ia kemudian meminta seluruh staf, guru dan karyawannya untuk berangkat ke KPU setelah shalat Subuh.

“Staf, guru-guru, karyawan PPPA dan Daarul Quran itu langsung nunggu di KPU dan berbaris. Barisnya satu-satu gitu, barisnya satu-satu sampai ke arah Gedung Juang, dari KPU,” demikian imbauan Yusuf Mansur dalam rekaman tersebut.

Sejak rekaman itu mencuat, para netizen pun bereaksi keras. Hampir sebagian besar menyayangkan sikap Yusuf Mansur. Mereka banyak yang menentang keputusan ustadz kondang itu untuk masuk dalam tim kampanye paslon Jokowi-Ma’ruf Amin.

Seperti halnya Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, yang menuai kritik usai mendukung Jokowi. Yusuf Mansur pun mendulang hujatan. Bahkan para netizen tak canggung untuk menyebut Yusuf Mansur dengan julukan cebong.

Meski menerima cacian, ia mengaku hanya bisa sabar dan ikhlas. Yusuf Mansur mengaku siap akan risiko yang dihadapinya terkait keputusan yang diambil.

Bahkan, pilihannya itu belakangan menuai konsekuensi pahit yakni banyak masyarakat yang mulai meninggalkan aplikasi pembayaran yang dirintis Ustadz Yusuf Mansur, yakni PayTren. Sebagian besar mengaku telah menghapus aplikasi tersebut dari smartphone mereka dan tak mau menggunakannya lagi.

“Ustaz Jokowi. Ya sabar. Cebong lo taz, sabar. Cebonger. Padahal saya bukan cebong, saya cebong ya, kampret juga,” ujar Ustaz Yusuf Mansur saat silaturahim dan kajian bersama wali santri di Ponpes Darul Quran, Tangerang, Ahad (16/9).