‘Tamparan’ Afi Nihayah untuk Pejudo Miftahul Jannah

MONITOR – Masih ingat gadis remaja bernama Afi Nihayah Faradisa? sosok perempuan viral yang pernah diundang Presiden Jokowi ke istana ini pernah terjebak dalam kasus plagiasi. Ia memposting sebuah catatan kritis di media sosial Facebooknya, yang belakangan diketahui tulisan tersebut bukanlah murni miliki Afi.

Kini gadis asal Banyuwangi ini kembali jadi perbincangan publik. Afi kembali muncul di jagat media sosial dengan unek-uneknya yang sangat berani. Belakangan diketahui, ia memposting kritikannya untuk pejudo perempuan yang gagal di kompetisi Asian Para Games 2018, Miftahul Jannah.

Dalam tulisannya, Afi menganggap bahwa Miftahul seolah ingin bunuh diri bahkan terkesan mencari sensasi. “Anda ingin bunuh diri, Mbak? Awalnya saya salut dengan Anda karena mengira Anda tidak tahu apa-apa soal peraturan. Eh ternyata Anda sudah tahu dari awal tapi ngeyel. Entah karena apa. Saya kecewa,” ujar Afi dalam tulisannya.

Afi menyayangkan sikap Miftahul yang ingin mendobrak peraturan. Sebab protes seharusnya dilakukan bukan di arena pertandingan, namun saat kongres atau konferensi judo internasional dilakukan.

“Jika Anda baru protes saat pertandingan akan dimulai, Anda tidak benar-benar ingin memperjuangkan jilbab, tapi hanya ingin mencari polemik, sensasi, kisruh, keributan tidak jelas,” sindirnya pedas.

Afi menilai sosok Miftahul Jannah sangatlah egois. Ia dinilai telah merebut hak atlet-atlet potensial lain yang dapat berlaga untuk Indonesia. Bahkan menurutnya, Negara rugi berkali lipat karena peluang medali di nomor judo tersebut hilang.

“Biaya yang telah dikeluarkan oleh negara untuk training, akomodasi, semuanya terbuang sia-sia. Dan biaya itu tidak sedikit, Mbak! Uang rakyat dan kesempatan dari pemerintah sampai Anda bisa tiba di arena pertandingan itu ada keringat bahkan darah dari bangsamu sendiri, dan Anda bersikap konyol, terlebih lagi Anda sudah tahu ada aturan itu,” tegasnya.

Ungkapan hati Afi pun menuai respon dari para netizen. Kebanyakan netizen membela sikap pejudo Miftahul Jannah dan balik menyerang Afi dengan sindiran kalimat yang tak kalah pedas.