Oleh: Ujang Qomaruddin

Sepuluh hari sudah kita akan menyelesaikan puasa Ramadhan. Masih ada dua puluh hari kedepan kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk meningkatkan amaliah ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini. Jangan sampai Ramadhan meninggalkan kita semua, tanpa ada perubahan dalam hidup kita.

Spirit jihad Ramadhan harus dmaknai bahwa bulan suci Ramadhan yang sedang kita laksanakan ini dipergunakan dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan perbuatan baik. Karena perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya. Dan berbuat baik kepada sesama tidak akan pernah rugi. Pasti akan dibalas yang lebih baik lagi oleh Allah SWT.
Memohon ampun dan memintalah (ber do’a) pada Allah SWT.

Sebelum menjalankan spirit jihad Ramadan. Terlebih dahulu hati, pikiran, dan jiwa kita harus bersih. Pembersihan dari dosa dapat dilakukan dengan cara meminta dan memohon ampun kepada Allah SWT, atas khilaf dan dosa yang pernah kita lakukan dulu, sekarang, maupun yang akan datang.

Selain meminta ampun. Kita juga diharuskan untuk selalu berdoa dan meminta hanya pada Allah SWT. Memintalah hanya kepada-Nya. Jangan pernah meminta kepada selain-Nya. Jangan pernah meminta kepada setan, jin, iblis, dan makhluk sejenisnya. Tak akan pernah rugi meminta kepada Tuhan. Dan jangan pernah meminta kepada manusia, karena pasti kecewa dan menderita.

Sungguh-sungguhlah dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Bulan suci Ramadhan ini khusus diberikan Allah SWT untuk kita agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Orang yang selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi segala rangannya. Jangan biarkan Ramadhan hilang begitu saja tanpa kita melakukan kebaikan-kebaikan. Karena belum tentu tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan lagi.

Umur manusia tidak ada yang tahu. Hari ini, esok atau kapan kita tidak tahu jika Allah SWT memanggil kita. Oleh karena itu, gunakan kesempatan yang spesial di Ramadan ini untuk berbuat yang terbaik untuk Allah SWT dan untuk sesama manusia. Melakukan dan menebar kebaikan tak akan pernah rugi. Yang rugi adalah jika kita pelit atau tidak pernah berbuat kebaikan.

Hidup di dunia hanya sementara. Hidup di dunia hanya persinggahan. Hidup di dunia hanya transit menuju keabadian. Surga dan neraka sudah menunggu kita. Bagi yang taat pada Allah SWT dan selalu berbuat baik, surga adalah balasannya. Namun begitu juga sebaliknya, jika kita selalu berbuat jahat, maka neraka akan memanggil kita.

Rasulullah Saw bersabda, “jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara”. Jagalah kaya sebelum miskin. Jagalah sehat sebelum sakit. Jagalah muda sebelum tua. Jagalah lapang sebelum sempit. Dan jagalah hidup sebelum mati. Begitu indah dan dahsyat sabda Rasul tersebut. Kita diingatkan untuk selalu menjaga lima perkara sebelum lima perkara yang lainnya datang.

Gunakan Ramadhan untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah. Sungguh-sungguh dalam sedekah. Yang tadinya malas atau pelit untuk bersedekah. Di Ramadhan ini perbanyaklah bersedekah. Bersungguh-sungguhlah dalam menunaikan shalat tarawih dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ibadah yang sungguh-sungguh dan tidak malas-malasan akan mengangkat kita pada derajat yang mulia.

Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan ibadah shalat tahajud. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan ibadah shalat duha. Lakukan yang wajib dengan baik dan ikhlas. Namun jangan lupa lakukan dan perbanyak ibadah sunnah. Ibadah sunnah akan menjadi pelengkap ibadah wajib. Dan ibadah sunnah akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.

Perbanyak dan bersungguh-sungguhlah dalam membaca ayat suci Al-Qur’an. Yang belum penah atau jarang membaca Al-Qur’an mulailah saat ini untuk membacanya. Jangan biarkan Al-Qur’an di rumah kita berdebu karena tidak pernah disentuh atau dibaca. Al-Qur’an untuk dibaca, dipahami arti dan maknanya, ditadaburi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Spirit jihad Ramadhan adalah spirit berjihad untuk melakukan amalan-amalan kebaikan. Lakukan kebaikan sekecil apapun. Dan berniatlah untuk melakukan kebaikan-kebaikan setiap hari. Paling tidak kita targetkan minimal berbuat kebaikan sepuluh kali dalam sehari. Jika lebih banyak lebih baik.

Spirit jihad Ramadhan jangan dinodai oleh perbuatan-perbuatan tercela yang mengurangi bahkan membatalkan pahala puasa. Puasa lah yang terbaik untuk Allah SWT. Dan Tuhan pun akan membalas dengan balasan terbaik pula. Ramadhan juga harus menjadi spirit untuk membersihkan dan memperbaiki hidup kita. Hidup kita yang selama ini berlumur dosa, bertaubatlah. Tuhan akan menerima taubat sebanyak apapun kesalahan dan dosa kita.

Momentum Ramadhan harus juga mampu membawa spirit perbaikan bangsa. Bangsa ini sedang galau karena hutang negara yang banyak. Banyak koruptor ditangkap. Peredaran narkoba yang merajalela. Kemerosotan moral yang menjadi-jadi. Hoax yang menyebar tanpa kontrol dan batas. Tenaga kerja asing yang mengkhawatirkan. Dan banyak masyarakat yang makin susah hidupnya.

Spirit jihad Ramadhan adalah spirit jihad untuk melawan korupsi, terorisme, kemiskinan, kebodohan, kesewenang-kewenangan, ketidakadilan, kemalasan, kenakalan, keangkuhan, kemunafikan, individualistis, pesimisme, otoriterianisme, narkoba, terorisme, kebusukan, kebohongan, dan kekerdilan.

Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan spirit jihad kita. Jihad yang memberdayakan, menggerakan, mencerahkan, menghidupkan, menginspirasi, mencintai, dan berkarya yang terbaik untuk bangsa dan negara. Bukan jihad yang mematikan, menghancurkan, merusak, membelenggu, mengkorupsi uang rakyat, dan bukan jihad yang membunuh rakyat yang tak berdosa.
Jihad harus dimaknai positif bukan negatif. Jihad bermakna sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu.

Jadi jika kita di Ramadhan ini bersungguh sungguh untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita dengan banyak beribadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama manusia, maka sudah dihitung jihad.

Spirit jihad Ramadan harus kita jaga hingga Ramadhan usai. Dan harus terbawa hingga pasca Ramadan. Jadi jangan hanya di bula Ramadhan saja kita berjihad untuk bersungguh-sungguh dalam berbuat dan menebar kebaikan. Di luar Ramadhan, kita juga harus tetap berbuat baik kepada sesama. Tak akan pernah rugi bagi orang yang melakukan kebaikan. Dimanapun, kapanpun, dan sampai kapanpun.

*Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.