Oleh: Reza Indragiri Amriel*

Secarik kertas itu memuat seruan yang sangat indah. Berangkat dari keteladanan yang sudah menjadi praktek keseharian keluarganya, kini Gubernur Anies menyerukan seluruh orang tua Jakarta untuk mengantar anak mereka di hari pertama sekolah.

Jika bisa diamini, semoga ini bisa menjadi penguat bagi anak–terlebih siswa baru–untuk melakukan penyesuaian diri di masa baru mereka. Apalagi bagi anak usia TK, ilmuwan bilang butuh sampai beberapa pekan bagi anak hingga bisa nyaman berpisah dari ayah bunda dan nyaman memasuki pekarangan sekolah.

Jadi teringat survey Wise Apple tahun 2017 lalu, apa sih yang paling bikin stres orang tua saat hari pertama sekolah tiba? Jawabannya adalah menyiapkan perbekalan, membangunkan anak, dan menyiapkan diri untuk membantu anak mengerjakan PR.

Hayo, jangan sampai hal-hal tersebut bikin kalang kabut keluarga Jakarta, sehingga anak dan orang tua malah tiba di gerbang sekolah dengan wajah cemberut.

Alhasil, bagus sekali sebetulnya ketika orang tua menyempatkan diri datang bersama anak-anak mereka sebelum hari pertama sekolah. Cek lokasi kelas, kantin, peturasan. Berkenalan dengan calon wali kelas dan petugas keamanan. Anak bakal lebih sigap, kalau orang tua juga tidak ‘gagap’.

Agar seruan Gubernur bisa diangguki, polisi kudu siap mengantisipasi kemungkinan kemacetan ekstra di lokasi sekitar sekolah.

Sisi lain, bagaimana dengan anak-anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang bersekolah di dalam lapas anak? Semoga Kemenkumham memberikan kemudahan bagi orang tua anak-anak tersebut agar juga bisa datang serempak di lapas pada tanggal 16 atau 17 mendatang. Jakarta segera memulai tradisi yang membahagiakan ini. Kapan provinsi lain menyusul?

*Penulis merupakan pengurus Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)