Pancasila Harga Mati

Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Oleh: Ujang Komarudin*

Sila artinya azas atau dasar.
Dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia.
Kekal dan abadi. (Ir. Soekarno)

Kemarin, Jum’at 1 Juni 2018 merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena setiap tanggal 1 juni kita memperingati hari lahirnya Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai way of life. Indonesia yang didasari Pancasila kata Soekarno akan kekal dan abdi.

Pancasila harga mati. Tak ada yang boleh mengotak-atik apalagi merubah Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila harus tetap tegak dan berdiri. Pancasila sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa. Siapapun yang melawan Pancasila akan berhadapan dengan anda dan kita semua.

Pancasila harga mati. Dan Pancasila tidak akan pernah mati. Menjaga Pancasila sama mulianya dengan menjaga agama. Pancasila memang bukan agama, tapi nilai-nilai agama sangat jelas mewarnai sila-sila dalam Pancasila. Pancasila dan agama jangan pernah dipertentangkan. Pancasila dan agama menjadi landasan moral dalam berperilaku rakyat Indonesia.

Pancasila tak boleh diganti, dijual, atau ditukar dengan ideologi lain. Pancasila menjadi ideologi terbaik bagi bangsa Indonesia. Menjaga, mengamalkan, dan melestarikan Pancasila adalah keniscayaan. Dengan Pancasila, Indonesia ada. Dengan Pancasila Indonesia aman dan damai. Dengan Pancasila Indonesia bergerak menuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Namun Pancasila bergatung pada siapa yang menafsirkannya. Tak boleh ada orang, sekelompok orang, atau bahkan negara yang menafsirkan Pancasila dengan seenaknya. Jangan pernah ada tafsir tunggal dalam ber-Pancasila. Tafsir tunggal Pancasila hanya akan menyebabkan Pancasila terdistorsi dan terdegradasi.

Tak boleh juga ada orang, kelompok orang, atau oknum pejabat tertentu yang merasa paling Pancasilais, sehingga Pancasila seolah-olah milik dirinya. Yang terpenting adalah setiap warga negara berkewajiban untuk mengimplementasikan dan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ya, dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila tidak boleh hanya dalam hati, tapi harus terimplementasikan dalam keseharian.

Mana mungkin orang yang berteriak paling Pancasilais, namun dengan teman, tetangga, bahkan orang tuanya saja bertengkar dan saling tak tegur sapa. Mana mungkin orang yang mengklaim sebagai Pancasilais beribadah saja jarang, sedekah jarang, berbuat baik jarang, berdamai tidak mau, silaturrahmi tidak mau, dan membantu orang lain juga susah. Pancasilais bukanlah orang yang egois.

Mana mungkin orang yang mengaku paling Pancasilais melakukan tindakan korupsi dan tercela lainnya. Sesungguhnya orang yang melakukan tindakan korupsi pada dasarnya mengkhianati Pancasia, atau paling tidak berpura-pura ber-Pancasila. Ya, berpura-pura ber-Pancasila. Mungkin banyak diantara kita yang masih berpura-pura ber-Pancasila. Pancasila belum meresap dalam pikiran, jiwa, dan raga kita.

Yang paling berbahaya adalah jika Pancasila ditafsirkan salah oleh penguasa. Bukannya Pancasila semakin kuat dan mengakar. Namun Pancasila hanya akan dijadian alat untuk kepentingan politik. Dan digunakan sebagai alat legitimasi. Bahkan bisa saja digunakan untuk menuduh warga negara yang kritis sebagai anti-Pancasila. Inilah yag kita hindari. Dan inilah yang kita tolak.

Biarkan Pancasila gagah dan perkasa menjadi dasar negara. Jangan pernah Pancasila ditafsirkan seenaknya. Jangan lukai dan kotori Pancasila dengan cara-cara yang tidak terpuji. Jangan gadaikan dan jual Pancasila untuk kepentingan kekuasaan dan politik. Biarkan Pancasila tetap mulia. Biarkan Pancasila tetap terjaga. Dan biarkan Pancasila mempersatukan kita. Jangan hinakan Pancasila kita.

Pancasila harga mati. Jangan sampai nilai-nilai Pancasila mati. Karena kita tidak peduli. Tak peduli Pancasila dibully. Tak peduli Pancasila dihina. Tak peduli Pancasila direkayasa. Tak peduli Pancasila dicerca. Tak peduli Pancasila disalah artikan. Tak peduli Pancasila disalah gunakan. Tak peduli Pancasila dibiarkan teronggok menjadi hiasan dan panjangan di dinding rumah dan sekolah, tanpa kita betul-betul menjalankan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat.

Menjadi Pancasilais sejati adalah tugas dan kewajiban kita. Dan Pancasilais sejati tak mungkin ingkar janji. Apalagi berani berbuat yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasilais sejati hidupnya diperuntukkan dan digunakan untuk menjaga, mengamalkan, dan melestarikan Pancasila.

Pancasila harga mati. Berjuang untuk menjadikan Pancasila agar tetap ada dan jaya merupakan tugas mulia. Dan tugas kita semua sebagai waga negara yang baik. Kita tentu tidak mau dan tidak ingin Pancasila mati. Jika Pancasila mati, maka hancurlah bangsa ini dan hancurlah kita semua.

Namun kita juga jangan hanya bisa bicara Pancasila harga mati, tanpa benar-benar kita menjiwainya. Bohong jika kita mengatakan Pancasila harga mati. Namun kita tidak mengerti dan tidak mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara. Munafik diri kita, jika berbusa-busa berbicara Pancasila harga mati, tapi kita biarkan Pancasila terdegradasi dan terdistorsi.

Jadilah kita sebagai warga negara yang baik. Warga negara yang mencintai Pancasila apa adanya. Ya, apa adanya. Bela Pancasila hingga tetes darah penghabisan jika Pancasila ada yang ingin mengganggu dan merongrong. Dan biarkan Pancasila menjadi sinar abadi bagi bangsa Indonesia. Jangan pernah kita munafik dalam ber-Pancasila. Dan jangan pernah memutar balikan nilai-nilai keluhuran Pancasila.

Pancasila harga mati. Pancasila harus dibela dengan jiwa dan raga. Pancasila harus dijaga dengan sekuat tenaga. Pancasila harus dirawat agar tidak berkarat. Pancasila harus dilestarikan, bukan disalah artikan. Pancasila harus dicintai, bukan dibenci. Pancasila harus dimengerti, bukan dicaci. Pancasila harus gali, bukan dicemari. Pancasila harus dimanifestasikan, bukan dihentikan. Dan Pancasila harus disyukuri, bukan diingkari.

Sungguh indah kita memiliki Pancasila. Dan sungguh indah pula jika kita bisa menjaga Pancasila hingga akhir hayat. Buktikan Pancasila harga mati. Yang tak akan tergantikan atau diganti oleh ideologi apapun dan sampai kapanpun. Pancasila adalah anugerah Allah SWT untuk bangsa Indonesia dan harus dijaga sampai anda dan kita semua meninggal dunia.

Pancasila harga mati. Ya, Pancasila harga mati. Dan tak boleh diganti apalagi sampai mati. Selamat menikmati hari lahir Pancasila. Semoga kita tetap semangat dalam mengawal dan menjaga Pancasila.

*Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.