Pancasila dan Falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Rojaul Huda 

(Mahasiswa Pasca Sarjana FISIP UI)

 

Indonesia sebagai negara memiliki sejarah panjang yang patut dibanggakan. Perjuangan bangsa yang memiliki latar belakang suku, budaya dan bahasa paling beragam ini mempersatukan masyarakat didalamnya dalam sebuah bingkai Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) adalah warisan berharga yang harus kita jaga selamanya.

NKRI adalah konsensus untuk hidup dan berjuang bersama. konsensus sebagai sebuah bangsa yang dimulai dengan sumpah pemuda satu bangsa, satu bahasa, dan satu  tanah air. Sebuah tonggak sejarah yang kemudian menjadi cikal bakal mewujudkan negara merdeka.

Sebagai negara bangsa (nation-state) Indonesia tentu tak boleh luput dari akar kebangsaanya dengan berbagai suku,ras dan agama yang ada serta  memiliki emosi sama untuk bersatu dalam satu kedaultan di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), emosi persatuan yang menjadi modal pengikat bangsa harus terus dipupuk sebagai modal penggerak pembangunan negara dan bukan sebaliknya menjadi penghambat dalam pembangunan.

Bangsa Indonesia memiliki tantangan sebagaimana negara bangsa pada umumnya, keragaman yang ada dalam sebuah bangsa memungkinkan muncul diksi-diksi perpecahan dari dalam atas dasar perbedaan, menguatnya ikatan primordial antar bangsa serta menurunya ikatan kebangsaan menjadi ancaman paling nyata bagi sebuah negara bangsa di dunia tidak terkecuali Indonesia.

Menguatnya ikatan primordial menjadi hal yang lumrah mengingat ikatan primordial adalah ikatan alamiah (given) yang tidak seorang-pun dapat memilih dari kelompok mana harus dilahirkan sehingga ikatan-ikatan  primordial secara alamiah akan muncul diantara anggota masyarakat. Ikatan primordial menjadi wajar dan tidak mengganggu dalam ikatan kebangsaan ketika ikatan-ikatan primordial juga masih dilandasakan pada ikatan kebangsaan yang saling menghargai satu sama lain.

Sejarah bangsa yang begitu panjang tentu mengalami berbagai dinamika yang tidak sedikit dan tidak mudah. Sejak awal kemerdekaan menguatnya ikatan primordial yang mengabaikan ikatan kebangsaan sebenarnya sudah muncul  bahkan ada kelompok tertentu menjadikan ikatan priomordial menjadi alasan untuk menuntut kemerdekaan menjadi satu bagian negara tersendiri hanya saja ikatan kebangsaan dari kelompok lain yang lebih besar sangat kuat sehingga hal tersebut tidak pernah terjadi.

Sebagai Negara Bangsa, Indonesia memliki perisai sakti sebagai landasan idiologi negara serta sebagai penjawantahan negara bangsa yang terdiri dari beragam suku, ras dan agama yaitu Pancasila. Sebagai hasil dari konsensus bersama, didalam perjalananya, Pancasila terbukti dapat menjadi landasan idiologi di dalam berbangsa dan bernegara. Butir-butir yang tertera di dalam pancasila adalah butir-butir tekad bersama untuk hidup bersama dan memperjuangkan kehidupan dan kesejahteraan bersama diatas perbedaan yang ada tanpa mengeliminir perbedaan tersebut sebagai khazanah kebangsaan.

Merujuk pada pancasila sebagai landasan bernegara maka penguat ikatan kebangsaan harus terus dikampanyekan kepada seluruh kelompok yang ada, dan sebagai produk alamiah dari sebuah negara bangsa ikatan-ikatan primordial harus di imbangi dengan kecakapan tiap anggotanya untuk juga dapat menghargai kelompok lain yang berbeda.

Jika ikatan kebangsaan semakin menurun sementara ikatan primordial yang alamiah tersebut makin menguat dengan sentimen terhadap kelompok lain maka ancaman terberatnya adalah disintegaraasi bangsa.

Pada negara bangsa tidak ada satu kelompok dominan yang berhak mendikte kelompok lain baik mayoritas maupun minoritas harus mendapatkan keadilan yang sama, pemicu kegagalan sebuah negara bangsa di dunia juga adanya diskriminasi dan ketidakadilan yang dilakukan negara terhadap kelompok tertentu.

Belakangan ini Negara kita tengah diuji oleh berbagai persinggungan menyoal ikatan kebangsaan dari kelompok tertentu yang kadang membuat miris kita adalah karena dilatar belakangi oleh perbedaan-perbedaan pandangan dan politik.

Berbagai fitnah, provokasi dan propaganda dari kelompok yang menebar ancaman terhadap kelompok lain saat ini nyata terlihat didepan mata kita. Ditengah era keterbukaan informasi dan sosial media yang tak mampu kita bendung semua.

Pemantapan Pancasila sebagai sebuah nilai, falsafah sekaligus ideologi bangsa sudah menjadi sebuah keharusan dipahami bersama-sama seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat ikatan kebangsaan dalam wujud harmonisasi kehidupan.

Persoalanya saat ini adalah ikatan-ikatan primordial justeru dihidupkan sebagai jalan pintas partai politik untuk mendapatakan dukungan dari kuatnya ikatan primordial kelompok tertentu, kepentingan partai politik untuk mendulang suara memang terkesan menggunakan segala cara termasuk menggunakan isu primordial sebagai alat untuk meraih suara.

Sebagai sebuah negara bangsa yang memiliki konsensus hidup bersama Pancasila sebgai the way of life didalam mengelola negara adalah sebuah karya emas yang telah diwariskan oleh para faunding father kita di dalam membangung landasan bernegara , tugas kita sebgai bagian dari para penerus adalah merawat dan menjamin agar ikatan kebangsaan terus terawat dan pancasila terus jaya.

Selamat memperingati hari lahir pancasila, NKRI Harga Mati..!! Pancasila Jaya !!