Valentino Rossi Ungkap Motivasi Perpanjang Kontrak dengan Yamaha

MONITOR – Valentino Rossi menceritakan motivasinya untuk memperpanjang kontrak dengan Movistar Yamah di MotoGP, hingga juara dunia sembilan kali tersebut akan terus berlaga di MotoGP setidaknya hingga akhir 2020.

Perpanjangan kontrak Rossi tersebut menyusul rekan setimnya Maverick Vinales yang sebelumnya telah memperpanjang kontrak dua tahun dengan skuat pabrikan Yamaha pada peluncuran timnya Januari lalu. 

Saat itu, Rossi begitu menyedot perhatian publik MotoGP, dimana situasi kontrak Rossi yang akan berakhir pada akhir 2018 ini. Ia pun mengaku akan menggunakan momen tes musim dingin untuk membuat keputusan tentang kontraknya bersama Yamaha.

Setelah akhir tes musim dingin di Qatar, dimana ia menyatakan telah "memadukan segalanya", Rossi memastikan bahwa dua tahun terakhir bersama Yamaha membuatnya ingin bertahan di MotoGP hingga tiga musim berikutnya.

Sementara ia mengakui bahwa Yamaha masih memiliki "banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan" untuk menyelesaikan paket yang kuat dengan YZR-M1 2018, ia merasa dirinya bersama pabrikan asal Jepang tersebut berada posisi yang baik untuk memperjuangkan kemenangan dan meraih gelar ke sepuluh yang belakangan sulit untuk diraih.

"Saya senang karena dua tahun lalu ketika saya menandatangani kontrak terakhir, pada saat saya menandatanganinya, saya pikir mungkin yang terakhir," kata Rossi seperti dilansir Crash

"Dalam pikiran saya ide itu selalu jelas bahwa saya ingin mencoba terus dan tantangannya sangat tinggi karena tetap di level atas dan tetap kompetitif selalu lebih sulit, tapi saya rasa saya memiliki cukup kekuatan dan motivasi yang cukup."

"Pada akhir musim lalu saya berbicara dengan Yamaha dan mengatakan bahwa saya akan memutuskan selama tes musim dingin. Jika saya bisa bertahan dalam tes musim dingin yang saya jalani. Akhirnya tes musim dingin cukup bagus, juga jika semua orang sangat dekat dan terkadang kita kesulitan, tapi saya suka motornya membuat saya merasa nyaman dan merasa cukup cepat. Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan tapi saya memutuskan setelah tes."

Rossi menegaskan, perpanjangan kontrak barunya bersama Yamaha sama dengan yang dilakukan Vinales, dengan kesepakatan dua tahun tanpa pilihan perpanjangan di tahun ketiga. Pria berusia 39 tahun itu mengungkapkan kontrak satu plus satu tahunnya memiliki berbagai macam pertimbangan, namun ia memilih untuk menjalaninya lantaran hanya akan membuatnya tidak selaras dengan pembalap dari pabrikan lainnya.

Menuju detail tentang motivasinya dibalik balapan di kelas teratas MotoGp, saat ia berusia 41 tahun pada 2020 mendatang, Rossi menolak untuk mencoreng rekor karirnya dengan berkaca pada Michael Schumacher di F1 dan Troy Bayliss di Superbikes dengan alasan pensiun dalam kondisi yang tidak maksimal.

"Saya melihat banyak pembalap hebat dan juga pembalap berhenti maksimal dalam karir mereka, seperti Schumacher, Biaggi atau Bayliss, tapi saya rasa tidak semua orang senang dengan itu," papar Rossi. "Schumacher dan Bayliss kembali ke trek, jadi saya telah memutuskan untuk balapan sampai akhir, saya tidak ingin berpikir ke depan, mungkin saya bisa bermain satu atau dua musim lagi. Ini bisa menjadi risiko, ya, tapi jika saya mengikuti cara berpikir seperti itu, saya pasti sudah berhenti enam atau tujuh tahun yang lalu."

"Saya pikir saya adalah salah satu yang pertama yang telah mencobanya, tapi saya pikir semua pembalap lain yang berada di sini mampu bertahan di tingkat atas sampai mereka berusia 40 karena secara fisik itu lebih sulit tapi anda bisa melakukannya. Itu tergantung pada motivasi dan hidup anda, jiak anda ingin melanjutkan dan saya pikir semua orang bisa melakukannya."