Usai Sumbang Emas di Asian Games 2018, Rifki Ardiansyah Target Medali di Olimpiade 2020

Karateka Indonesia Rifki Ardiansyah Arrosyiid (dok: Kemenpora)

MONITOR, Jakarta – Final Karate Putra Kelas 60kg, mempertemukan karateka Indonesia Rifki Ardiansyah Arrosyiid melawan Amir Mahdi Zadeh dari Republik Islam Iran, di Plenary Hall, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/8) siang.

Perjuangan Rifki berhasil memberikan emas pertama karate untuk Indonesia, setelah mengalahkan Amir 9-7, dan berhak medali emas. Indonesia Raya berkumandang di Plenary Hall JCC, Bendera Merah Putih teratas di tiang UPP, pertanda Indonesia sukses meraih medali emas.

Istimewa rasanya, karena ini menjadi pertama untuk cabang olahraga beladiri karate di Asian Games kali ini.

Diawali dengan perjuanagn Rifki di babak 16 besar mengalahkan Siravit Sawangsri 5-1, kemudian di 8 besar menundukkan karateka China Hu Chen 8-0. Kehebatan Rifki berlanjut di perempat final dengan mengkandaskan Chun Ho Lee dari Hongkong dengan 3-0, dan 4-4 di semifinal lawan Prem Kumar Selvam asal Malaysia.

Puncaknya di laga final bertemu juara dunia tiga kali, Amir Zadeh Mahdi dari Republik Islam Iran berhasil dengan 9-7, emas di genggaman untuk Indonesia tercinta.

“Pertama terima kasih kepada Allah, Allah number one, orang tua, dan seluruh rakyat Indonesia. Saya mimpi untuk Asian Games dan dunia, alhamdulillah tercapai,” kata Rifki yang merupakan prajurit TNI AD berpangkat Serda di Kodam V Brawijaya.

Setelah Asian Games, program FORKI tidak berhenti, dilanjutkan terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan dunia demi poin-poin untuk bisa masuk Olimpiade 2020 di Tokyo.

“Target selanjutnya terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang puncaknya nanti dapat terjun di Olimpiade,” tambah Rifki.