Terlalu Banyak Blunder, Timnas U-19 Kalah Telak dari Malaysia 4-1

MONITOR, Gyonggi-Do, Korsel –Timnas U-19 kembali menelan kekalahan dalam kualifikasi Piala Asia U-19 Grup F. Garuda Muda harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor telak 1-4 (1-2).

Dalam laga yang digelar di Paju Stadium, Paju, Gyonggi-Do, Korsel, Senin (6/11) siang WIB, Indonesia memang tampil kurang menggigit. Mereka malah banyak tertekan dan mentalitas pemain cukup buruk saat menghadapi serangan Malaysia. Imbasnya, pemain sering melakukan kesalahan.

Kesalahan pertama, adalah saat Gianluca Pagliuca Rossy, kiper Indonesia, melanggar pemain depan Malaysia di dalam kotak penalti. Mohd Hadi yang melakukan eksekusi penalti berhasil membuat skor berubah 0-1 untuk Malaysia.

Indonesia yang tertinggal bernafsu untuk menyamakan kedudukan. Tapi, bukan gol yang didapatkan, Indonesia justru harus membayar mahal karena mereka kecolongan setelah sebuah serangan balik Malaysia membuat Rossy memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua. Adalah Mohd Akhyar yang mencetak gol pada menit ke-34 dan mengubah skor menjadi 0-2.

Harapan untuk Indonesia mengejar Malaysia sempat terbuka saat Hanis Saghara mencetak gol pada menit ke-42. Berawal dari sepakan keras Firza Andika dari luar kotak penalti, bola tak bisa ditangkap sempurna oleh kiper Malaysia dan langsung disambar oleh Saghara. Skor 1-2 bertahan sampai jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, Indonesia menarik Witan Sulaeman dan memasukkan Egy Maulana Vikri. Kehadiran pemain yang diincar oleh banyak pemandu bakat dari Eropa tersebut diharapkan mengubah permainan skuat Garuda Nusantara.

Sayangnya, bukan membuat dominan, Indonesia justru kembali kecolongan. Kerja keras lini depan, tak dibarengi dengan koordinasi serta pertahanan yang baik. Akibatnya, Malaysia bisa menambah gol lagi setelah sepak pojok yang dilepaskan bisa disundul dengan baik oleh Pillay Asokan saat laga babak kedua berjalan dua menit. Skor 1-3.

Malaysia semakin berjaya setelah M Iqbal melanggar pemain Malaysia pada menit ke-51 di dalam kotak penalti. Imbasnya, hukuman tendangan 12 pas yang diberikan wasit bisa dieksekusi dengan baik oleh Hadi Fayyadh pada menit ke-52.

Setelah tertinggal 1-4, Indra baru memasukkan pemain cepat Saddil Ramdani. Perubahan itu memang menjadikan permainan Indonesia dominan. Sayang, tak ada gol yang berhasil diciptakan pada babak kedua ini oleh Indonesia dan skor 1-4 menutup pertandingan.