Menangis Terima Banyak Hadiah, Zohri: Kalau Bapak Ibu Saya Masih Hidup

Lalu Muhammad Zohri telah tiba di tanah air. Dia sambut berbagai hadiah

MONITOR, Jakarta – Sang juara dunia lari nomor 100 meter U-20 asal NTB, Lalu Muhammad Zohri sudah kembali ke Tanah Air. Kedatangan Zohri melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Selasa (17/7) disambung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Kedatangan Zohri juga disambut berbagai bonus atas prestasinya yang dianggap mengharumkan nama bangsa. Selain hadiah sebesar Rp 250 juta dari Kemenpora, dia juga diberi kejutan lainnya, emas 1 kilogram. Pemberian penghargaan diumumkan saat penyambutan kedatangan Zohri di terminal 3 Bandara.

“Ini Zohri dapat hadiah, penghargaan atas prestasinya. Ada tabungan emas seberat 1 kilogram untuk sang juara dunia Indonesia,” ungkap Seskemenpora Gatot S Dewa Broto yang memimpin prosesi penyambutan dan penyerahan penghargaan.

Selain itu, ada juga penghargaan dari Kemenpora berupa Pemuda Hebat. Selain dari pemerintah dan BUMN, pihak PB PASI juga sudah menyiapkan bonus untuk Zohri. Hanya, berapa jumlahnya tak disebutkan.

Mendengar banyaknya bonus yang didapat, Zohri tak bisa berkata apa-apa. Saat akan memberikan pernyataan Zohri sempat menyebut ingat akan orang tua, almarhum bapak dan ibunya.

“Saya berterima kasih kepada kakak. Saya juga ingin berikan semua ini kepada bapak ibu saya. Kalau bapak ibu saya masih hidup mereka pasti senang. Saya…,” ujar Zohri lantas menangis.

Memang, Zohri saat ini sudah yatim piatu, bapak dan ibunya telah meninggal dunia. Pelari 18 tahun tersebut harus tinggal bersama kakaknya, Lalu Ma’rip dan Baiq Fazilah.