Yusril Yakin Para Tokoh yang Berseberangan dengan Pemerintah Punya Itikad Baik

Monitor, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyambut baik tawaran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)  Habib Rizieq Shihab agar dirinya membentuk forum rekonsiliasi antara GNPF-MUI dengan Pemerintah. Permintaan Rizieq itu disampaikan melalui rekaman suara usai acara talkshow kasus Rizieq di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta, Jumat (16/6) lalu. 

"Saya berpendapat adanya rekonsiliasi antara GNPF-MUI, Habib Rizieq dan sejumlah tokoh ulama yang lain, serta para aktivis yang dituduh makar sangatlah penting bagi memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa," kata Yusril di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (21/6). 

Yusril berkeyakinan, bahwa para tokoh itu semuanya beritikad baik untuk memajukan umat, bangsa dan negara. Menurut Yusril, mereka sering berbeda pendapat dengan pemerintah adalah merupakan sesuatu yang wajar dalam berdemokrasi. 

Sebaliknya, lanjut Yusril, pemerintah kini sedang menghadapi tantangan besar dalam melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. Untuk menyelesaikan tantangan itu, Pemerintah memerlukan stabilitas sosial dan politik, keamanan yang kondusif serta dukungan dari seluruh komponen bangsa. 

"Energi Pemerintah harus difokuskan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan pembangunan bangsa seluruhnya, sehingga beban-beban lain di bidang politik mestinya bisa dikurangi," tandasnya.