Upaya Kementerian ESDM Antisipasi Lonjakan Kebutuhan BBM dan LPG Akhir Tahun

MONITOR, Jakarta – Jelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun baru 2018, kebutuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) diperkirakan meningkat dibandingkan hari biasa. Langkah antisipasi dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mendirikan Posko Nasional Sektor ESDM untuk memantau kondisi terkini ketersedian bahan bakar tersebut. 

Kementerian ESDM melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pun langsung ke lapangan untuk mengecek penyaluran BBM di beberapa wilayah. Salah satunya adalah pemantauan SPBU 34.451.18 di Cirebon. Terpantau penyaluran masih normal dan tidak ada lonjakan signifikan atau peningkatan volume. Sedangkan untuk LPG, dari pemantauan yang dilakukan pada pangkalan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pengayoman daerah Makassar juga dilaporkan ketersediaan LPG subsidi dan non subsidi masih dalam kondisi aman.

Hal tersebut tercatat dalam laporan Posko Nasional ESDM tanggal 23 Desember 2017. Posko juga memantau dan melaporkan bahwa secara umum proses penyaluran BBM dan LPG nasional berjalan normal. BBM jenis premium misalnya, memiliki ketersediaan hingga 26,8 hari, Solar atau Akrasol 19,3 hari, pertalite 23 hari, kerosene 48,1 hari, pertamax atau Akra92 20,8 hari, Pertamax Turbo 28,6 hari, Pertamina Dex 25 hari, Dexlite 18,3 hari, LPG 18,49 hari dan Avtur 28,4 hari.

Hingga H-2 Natal dan Tahun Baru juga belum terdapat masalah pendistribusian BBM, namun Pemerintah telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan cara melakukan penambahan mobil tanki BBM, kapal tanker terutama wilayah Timur Indonesia, kantong BBM, mobil dispenser, Kiosk Pertamax atau AKR 92 dan bahkan Pertamax Motor.

Selain BBM, LPG dan Gas Bumi Rumah Tangga, Posko ESDM juga memantau kondisi kebencanaan geologi di Indonesia. Saat ini, dua Gunung Api masih berstatus Awas yaitu Gunung Agung di Bali (radius 10 km) dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Pantauan ini juga terlihat secara real time di aplikasi Magma Indonesia pada tanggal 23 Desember 2017 pukul 12.00 WIB.

Sebanyak 8 Gunung api lainnya dilaporkan pada status waspada, yaitu Gunung lli Lewotolok, Banda Api, Dempo, Bromo, Rinjani, Lokon, Soputan, Karangetang, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Dukono dan Kerinci.

Selain itu, telah terjadi 2 kali gerakan tanah pada tanggal 21 dan 22 Desember pada 2 kabupaten, tepatnya di Desa Jetis Kidul Jawa Timur dan Desa Lanjara Jawa Tengah. Pemerintah pusat dan pemerintah setempat telah memberikan rekomendasi untuk menata aliran permukaan dan menghimbau warga untuk tidak mendirikan permukiman di bawah tebing yang terjal.