Tim Teknis Replanting Sawit Rakyat Diminta Bekerja dengan Sungguh-sungguh

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, melakukakan Re Chek Lokasi, persiapan  Lounching Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat, oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Desa Kota Tengah, Kec. Dolok Masihul,  besok senin 27 November 2017. 

Mentan diterima Wakil Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya dan Direktur Riset Benih PT. Socfindo, Indra Syahputra. Mentan meminta agar Tim Tehknis Replanting Sawit Rakyat, bekerja sungguh-sungguh, agar jangan terulang kegagalan masa lalu. 

"Saya miris dan sedih bila melihat begitu banyaknya kerugian masyarakat tani kita, bahkan negara juga ikut menanggung kerugian," ujar Mentan dalam rilis yang diterima di Jakarta.

Kabupaten Serdang Bedagai, mendapat bantuan peremajaan sawit seluas 1200 hektar tahun 2017,  akan terus dilanjutkan hingga mencapai 9000 hektar kebun sawit rakyat, menyusul kemudian kabupaten lainnya di propinsi sumatera utara. Ketika dikonfirmasi wartawan, disela-sela kunjungan lokasi acara, mentan mengatakan bahwa pemerintah sesuai arahan presiden, tahun 2017 ini memprioritaskan tanaman perkebunan, bukan hanya sawit, tanaman rempah dan hortikultura akan kita genjot. Beras, Jagung, Cabai dan Bawan Merah sudah kits selesaikan dalam 3 tahun ini, dulu banyak yang meragukan namun semua keraguan itu dapat kita jawab dengan bukti kerja-kerja, sekarang kita sudah tidak impor bahkan kita sudah ekspor bawang merah ke beberapa negara, tegas mentan. Saat ini semua kita persiapkan, peringkat ketersediaan pangan indonesia saat ini naik menjadi peringkat 7 sebelumnya peringkat 9, kita yakin bila semua bersinergi dalam 2 tahun kedepan indonesia ada di peringkat 5. Mentan Andi Amran Sulaiman, memaparkan bagaimana kiat untuk dapat melepaskan ketergantungan dari impor beras, dulu selalu ditargetkan hanya 500 ribu hektar pertanaman padi, kita rubah dengan meningkatkan pertanaman minimal 1 juta hektar setiap bulannya dari juni hingga september, itu membuat tidak ada lagi gonjang-ganjing harga, berkaitan dengan replanting sawit, mentan meminta agar petani sawit sungguh-sungguh bekerja di kebun, ini benih dengan potensi produktivitas 35 ton, tandan buah segar (TBS) berarti bisa menghasilkan 9 ton CPO, mari kita rawat tanaman ini agar dapat berproduksi dengan baik, jangan semua diserahkan sama Tuhan, terus kita hanya menunggu hasilnya, hal seperti itu masih banyak terjadi ditengah masyarakat tani, kita harus kerja-kerja agar dapat merubah tatanan ekonomi keluarga pungkas mentan.

Benih Sawit yang akan ditanam pada lahan replanting di Sumut, Varietas Unggul Tenera DXP, Produksi Socfindo dan PPKS Medan. Indra Syahputra, direktur riset benih pt socfindo,  yang diwawancarai media, mengatakan bahwa indonesia harus bersyukur karena memiliki kekayaan sumber genetika sawit terbesar di dunia. Besok itu yang akan ditanam 300 pohon dari Socfindo dan tahan  Virus "Ganoderma" jenis penyakit berupa jamur pada akar sering ditemui pada sawit generasi pertama bahkan akan lebih para pada generasi ke 2, 3, pada generasi pertama dapat mengakibatkan losess produksi antara 20 hingga 30 persen dan akan lrbih parah lagi pada generasi berikutnya, socfindo sudah dapat mrngatasi dan dijamin tahan ganoderma, pungkas Indra Syaputra, yang sudah 3 generasi berkarir di sektor perkebunan, mulai dari kakek yang asli belanda  dengan fam "Arie Stoove",  hingga  Indra Syahputra, bekerja di perkebunan sawit.