Terusik Isu Petisi Referendum Papua Barat, Ini Kata Wiranto

MONITOR, Jakarta – Isu terkait petisi referendum Papua Barat yang dipresentasikan secara diam-diam ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) rupanya mengusik Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Wiranto. Menurutnya isu tersebut sudah membuat bangsa Indonesia terpecah belah.

Wiranto menduga isu kemerdekaan Papua Barat akan terus dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Sejak saya jadi panglima TNI di tahun 1998 (isu kemerdekaan Papua Barat) itu udah ada, udah kita hadapi bersama-sama, (seperti) masalah Tim-Tim (Timor Leste)," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (29/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan, status Papua Barat telah ditetapkan dalam sidang PBB bahwa wilayah tersebut disahkan lembaga itu sebagai wilayah kedaulatan Indonesia.

Untuk membendung pergolakan di tanah Papua, Wiranto menyatakan pemerintah saat ini tengah serius membangun sejumlah sarana insfrastruktur di wilayah Papua. Bahkan menurutnya, pemerintah sedang mengupayakan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Papua.

"Direncanakan dan dilaksanakan secara bertahap. Jadi intinya Indonesia selama pembangunan Papua dan Papua barat supaya cepat nanti sejajar dengan daerah lain kemajuannya itu betul-betul direncanakan dan dilaksanakan pemerintah," ujarnya.

Perlu diketahui, petisi referendum Papua Barat ini dikabarkan diam-diam dikirim ke PBB. Meski pemerintah mengancam akan menangkap dan memenjarakan pihak-pihak yang menggalang petisi, diduga dokumen tersebut diselundupkan dari desa ke desa dan diklaim telah ditandatangani oleh 1,8 juta penduduk Papua Barat, yakni lebih dari 70 persen penduduk di provinsi itu.