Ternyata Do’a Tifatul Bukan Kali Pertama Terjadi

MONITOR, Jakarta – Do'a politisi PKS, Tifatul Sembiring saat sidang tahunan MPR sontak membuat geger masyarakat. Pasalnya, dalam do'a tersebut terselip sindiran-sindiran politik.

Ternyata, ini bukan kali pertama terjadinya sindiran politik menerpa DPR dan Presiden saat sidang tahunan MPR.

Wakil Ketua Komisi IIi DPR RI, Arsul Sani menyatakan sindir-menyindir berbau politik juga terjadi pada sidang tahunan MPR 2016.

"Saya kira seperti tahun lalu, doa ini diselipi sindiran-sindiran politiknya. Itu bukan hanya ditujukan kepada pemerintah, tapi kepada DPR juga," ujar Arsul di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

Namun, sambung Politisi dari Partai Persatuan Pembanguna (PPP) itu setiap tahunnya tidak pernah terjadi sindiran politik yang buruk.

"Ya, sindiran politiknya itu sindiran politik yang baik. Agar kita lebih demokratis, agar kita tidak sewenang-wenang," kata Arsul.

Berikut kutipan transkrib dari do'a yang disampaikan Tifatul:

"Bantulah Presiden kami ini ya Allah dalam menghadapi permasalahan bangsa yang berat ini ya Allah, di tengah-tengah persaingan dunia yang kadang kejam dan tanpa belas kasihan. Di tengah utang yang masih bertumpuk, garam berkurang, sementara harapan rakyat sangat tinggi untuk kemakmuran tinggi,"

"Ya Allah ya Malikalmulki, hadirkanlah pemimpin-pemimpin negeri yang solihin, pemimpin-pemimpin yang lebih takut kepada Engkau ya Allah, daripada takut kepada partainya. Yang lebih takut kepada dahsyatnya azab-Mu ya Allah daripada jabatan dunia yang sementara ini. Ya Allah, mulai dari Presiden, gubernur, wali kota, bupati sampai kepala desa, berilah bimbingan-Mu kepada pemimpin negeri ini agar amanah, berlaku adil sesuai perintah dan petunjukmu ya Allah, di atas bumi yang tidak sejengkalpun melainkan milikmu ya Allah,"