Tanggapan Komisi III DPR Atas Tertahannya 280 Senjata di Bandara Soekarno Hatta

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memastikan jika 280 pucuk senjata dan sekitar 6.000 butir peluru yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang adalah milik Polri.

Sahroni menyakini jika senpi itu adalah senjata sudah dipesan oleh korps Bahayangkara sejak lama dan baru tiba saat ini.

"Saya menyakini senjata itu memang milik Polri khususnya Brimob dan mungkin ini hanya masalah administrasi belom lengkap jadi masih di Taruh di gudang bandara," ujar Sahroni kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (30/9).

Politisi NasDem ini menilai, pembelian senpi itu memang sesuai kebutuhan dan keperluan dari Polri terhadap kesatuannya.

Dan Sahroni pun juga menepis dengan adanya kedatangan senpi impor dipesan Polri dengan pernyataan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait adanya pembelian senjata oleh institusi tertentu.

"Ini kan sudah sesuai kebutuhan Polri khususnya untuk kesatuan Brimob. Dan sekali lagi hal ini pun tidak ada kaitannya dengan statment dari Panglima TNI," beber anggota Pansus Angket KPK ini.

Sebelumnya tersiar kabar, Senjata api impor berikut amunisinya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Jumat (30/9) malam. Diketahui, senjata serta amunisi ini diimpor PT Mustika Duta Mas dan akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

Pengiriman barang tersebut berlangsung sekitar pukul 23.35 WIB, bertempat di Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno-Hatta. Senjata dan amunisi ini didistribusikan dengan menggunakan Pesawat Charter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024.

Maskapai tersebut memuat senjata dan amunisi yakni Arsenal JSCO 100 Rozova Dolina STR, 6100 Kazanlak Bulgaria. Dengan alamat penerima yaitu Bendahara Pengeluaran Korps Brimob Polri Kesatriaan Amji Antak Kelapa Dua Cimanggis, Indonesia.

Selain itu terdapat Amunition Castior 40 mm, 40 x 46 mm round RLV-HEFJ with high explosive fragmentation Jump Grenade. Dikemas dalam 70 box (84 butir/box) dan satu box (52 butir), total 5.932 butir (71 box) dengan berat 2.829 kg. Saat ini senjata tersebut masih di dalam gudang Kargo Unex, menunggu rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis (BAIS).