Tahun Politik, Platform Medsos Dilibatkan Cegah ‘Black Campaign’

MONITOR, Jakarta – Untuk memberantas kampanye hitam selama berjalannya proses Pilkada serentak 2018 serta Pemilu 2019, sejumlah platform media sosial akan dilibatkan.

"Dalam satu bulan ke depan, KPU, Bawaslu, Kemkominfo bersama beberapa platform media sosial akan menandatangani kerja sama untuk menciptakan pemilu ini menjadi indah, menarik dan membangkitkan kreatifitas banyak orang," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman di Jakarta.

Arief menuturkan, kerja sama itu dilakukan untuk memastikan hak-hak pemilih terlindungi, khususnya dalam mendapatkan informasi yang benar.

Menurut Arief, pemilih perlu mendapatkan informasi yang benar tentang pasangan calon, pemilihan, dan proses pemilu.

Dengan kerjasama ini semua informasi terkait pemilihan kepala daerah didukung penyebarannya oleh berbagai macam sarana informasi.

"Jadi lebih cepat sampai kepada masyarakat dan dipastikan keakuratan serta kebenarannya," jelas Arief.

Pada kesempatan berbeda, Peneliti Hukum Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Fadli Ramadhanil, mengatakan platform media sosial harus diajak bicara untuk mengatasi kampanye hitam dalam media sosial.

Dalam pandangan Perludem pelibatan plarform media sosial bisa menjaga kontestasi pilkada dan pemilu yang sehat.

"Selain Bawaslu, Polri, Kemkominfo, berbagai macam platform media sosial itu harus dilibatkan agar menjaga kontestasi yang sehat," jelas Fadli.