Strategi Kementan Menyongsong Lumbung Pangan Dunia 2045

MONITOR, Bandar Lampung – Untuk yang ketiga kalinya di Tahun 2017 ini, Inspektorat Jenderal kembali menggelar sebuah Kegiatan Pembinaan Tekad Anti Korupsi melalui Protani di Hotel Novotel Lampung mulai tanggal 4-6 Desember 2017.

Tema yang diusung kali ini "Peran Staregis Penyuluh Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045".

Acara dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung mewakili Gubernur Propinsi Lampung, serta 300 peserta yang terdiri dari Pimpinan SKPD Propinsi/Kabupaten, Penyuluh Pertanian, Para Komandan Kodim, Babinsa, Ketua Kelompok Tani dan Petani, dari seluruh Propinsi Lampung, Kepala UPT Kementerian Pertanian di Propinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Justan Riduan Siahaan mengatakan bahwa kegiatan Protani di Lampung ini yang ketiga kalinya tahun 2017, pertama di Makassar dan yang kedua di DIY Yogyakarta.

Kegiatan Protani ini salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman bagi penyuluh, sehingga penyuluh mampu berperan aktif secara peofesional dalam mewujudkan program dan layanan pertanian yang bersih dan bebas dari pungli.

"Penyuluh merupakan garda depan suksesnya pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani," ujarnya.

Dipilihnya Lampung sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini dinilai karena Lampung mempunyai potensi yang sangat luar biasa dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

"Saya sangat menaruh harapan besar kepada para penyuluh pertanian di Propinsi Lampung dalam mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045," jelas Justan.