Staf Khusus Mentan Ajak Petani Sulawesi Gerak Cepat

MONITOR, Makasar – Sebanyak 5.000 petani yang tersebar dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Gorontalo akan mengikuti Bimbingan Teknsi (Bimtek) Komoditi Strategis Nasional. Andi Amal, Kepala Seksi Bidang Program dan Kerjasama Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melaporkan bahwa jumlah peserta yang telah mengikuti Bimtek mulai dari tahap 1 sampai 5 sudah mencapai 1300. Sedangkan Bimtek tahap 6 hari ini, Kamis 22 Februari 2018, yang dihelat di Hotel Harper Perintis Makassar diikuti 170 peserta dari 14 kabupaten se-Sulawesi Selatan.

Tampak hadir, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Fitriani, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Baran Wirawan, Kepala BBPP Batangkaluku Kemal Mahmud,  serta sejumlah pejabat  dan fasilitator dari BBPP Batangkaluku.

Fitriani menjelaskan dalam sambutannya bahwa kinerja produksi pertanian khususnya padi sebagai komoditas strategis mengalami pertumbuhan dari 4,67% pada tahun 2016 menjadi 5,05% di tahun 2017. Pertumbuhan tersebut diperoleh dari peningkatan produksi 5.471.807 ton GKG pada tahun 2015, menjadi 5.727.081 ton GKG pada tahun 2016, kemudian pada tahun 2017 berdasarkan Angka Ramalan II BPS sebesar 6.016.015 ton GKG

“Capaian ini tentu saja berkat kerja keras kita semua khususnya para petani dan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian Pusat. Oleh karena itu sinergi dan kerja sama ini harus terus dilanjutkan”, ujarnya.

Sementara itu, Baran Wirawan mengajak peserta yang ada untuk bisa menyesuaikan irama dan kecepatan kerja dengan Bapak Menteri Pertanian dalam menjalankan program peningktan produksi padi, jagung dan kedelai.

“Semangat Pak menteri sungguh luar biasa. Sebisa mungkin kita pun menyamai semangat beliau. Apalagi komitmen Pemerintah untuk menyediakan benih, pupuk serta Alsintan terus mengalami peningkatan”, ungkap dosen teknologi benih IPB ini.

Baran berharap Bimtek yang diikuti petani dan P4S ini diharapkan mampu mewujudkan spirit pertanian korporasi berbasis desa dan mengkonsolidasikan petani sehingga kedaulatan pangan bukan hanya menyoal ketersediaan tapi juga kesejahteraan.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia