SPBU Vivo Terancam Tutup Jika Tak Penuhi Pernjanjian Ini

MONITOR, Jakarta – Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo harus berjanji untuk membangun SPBU di Indonesia Timur.  Sedikitnya satu telah terbangun hingga akhir tahun.

"Ya harus berjanji. Kalau enggak ya kita tutup. Kita akhir tahun ini minta buktikan dulu satu di wilayah timur," ujar Ego Syahrial kepada wartaawan,  Jakarta, Jumat (27/10).

Menurutnya, Kementerian ESDM telah memanggil manajemen PT Vivo Energi Indonesia itu untuk memberikan penegasan mengenai pembangunan SPBU di wilayah Indonesia Timur. Namun, jika tak direalisasikan, maka SPBU Vivo akan ditutup operasinya.

"Harus. Tadi dia kita panggil, yang pertama di Seram, kalau enggak ya tutup. Gampangnya gitu," jelas Ego.

Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU Vivo kemarin diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan. SPBU yang terletak di daerah Cilangkap ini menjual tiga jenis bahan bakar, yakni Revvo 89, Revvo 90, dan Revvo 92.

Sementara untuk Revvo 89 memiliki
Research Octane Number (RON) sebesar Rp 6100/liter, untuk Revvo 90 dijual Rp7.500 per liter dan Revvo 92 dijual Rp8.250 per liter