Sosok Cawapres bakal jadi Penentu Kemenangan di Pilpres 2019

MONITOR, Jakarta – Pesta Demokrasi sebentar lagi akan kembali digelar di Indonesia. Nuansa kental politik sudah mulai ramai terlihat, mulai dari billboard, media massa, hingga warung kopi sudah banyak yang membicarakan pemilihan legislatif maupun pilpres mendatang.

Begitupun berbagai lembaga survey, sudah mengumumkan hasil temuan-temuannya. Persaingan cawapres dan capres 2019, nampaknya tidak akan berubah atau sama seperti pertarungan pada 2014 silam.

Pengamat Politik Hanta Yudha mengatakan, hingga saat ini hanya dua nama kandidat terkuat yang akan melenggang pada pilpres mendatang yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto, meskipun kemungkinan kecil adanya poros ke-3.

"Justru persaingan sengit terletak pada cawapresnya, siapa yang paling beruntung mendapatkan cawapres paling potensial sehingga bisa membantu mendongkrak capresnya, karena hingga saat ini hanya Jokowi dan Prabowo yang paling kompetitif," katanya.

Apalagi dalam bidang ekonomi, masih menjadi tantangan bagi pemerintahan Jokowi terutama dalam ekonomi mikro.

"Bagaimana menciptakan kestabilan harga sembako murah, dan lainnya," kata direktur Eksekutif Poltracking Indonesia tersebut.

Sekadar informasi, berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia elektabilitas Prabowo berkisar pada angka 20% – 30% sedangkan Jokowi berkisar pada 45%- 57.

Hal senada diungkapkan oleh CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali. Ia menjelaskan, belum ada kandidat penantang lain yang bisa menyaingi popularitas Jokowi dan Prabowo.

"Hingga saat ini cawapres masih dalam tahap mendongkrak popularitas, seandainya nanti capres tersebut memilih dia maka akan meningkatkan popularitas capres tersebut," katanya.

Akan tetapi, itu hanya fase awal, fase berikutnya adalah fase komunnikasi politik, yaitu pendekatan cawpres kepada capres yang mau dikejar olehnya.

"Saya rasa semua partai sudah mulai realistis saat ini, mereka tidak mengejar lagi menjadi capres, maka beberapa partai mendorong cawapres masing-masing, tidak hanya dalam konteks pilpres, bahkan dalam konteks pileg juga," jelasnya.

Berdasarkan hasil survey Alvara, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan persentase 17,2%, kemudian Gatot Nurmantyo (15,2%), Jusuf Kalla (13,1%), Anies Baswedan (9,3%), dan Muhaimin Iskandar (8,9%).

AHY mepresentasikan sebagai tokoh yang mewakili anak muda terbanyak, sedangkan Muhaimin Iskandar juga memuncaki posisi sebagai tokoh Santri Indonesia dan tokoh dengan latar belakang Nahdlatul Ulama yang paling layak menjadi Cawapres 2019.