Silaturahmi JK- SBY, Demokrat Berharap Ada Sinyal Koalisi

Ilustrasi : Wakil Presiden Jusuf Kalla silaturrahim di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam (dok: tribun)

MONITOR, Jakarta – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), berkunjung ke kediaman mantan orang nomor satu di Indonesia yang merupakan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya di Mega Kuningan Timur. Nampak terlihat suasana berlangsung cukup hangat dan bersahabat pada malam itu.

Pertemuan antara JK dan SBY yang hanya berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dalam pertemuan itu, SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono. Begitupun JK yang didampingi oleh Ibu Ida. Dalam pertemuan tersebut terlihat dari teras depan rumah suasana begitu tampak sumringah.

Momen silaturahmi yang dilakukan kedua tokoh itu diketahui masih dalam suasana Lebaran dan bulan Syawal, sehingga silaturahmi tersebut dalam suasana kekeluargaan.

Menanggapi pertemuan tersebut, Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan mengatakan bahwa pertemuan silaturahmi lebaran itu tentu diharapkan juga berpeluang untuk membentuk Koalisi alternatif antara Golkar dan Demokrat untuk Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya diakui Hinca, Golkar dan Demokrat bersama-sama menjalin koalisi untuk mengusung kepala daerah yang sama di sejumlah daerah.

“Ada sejumlah daerah Demokrat bersama Golkar untuk Pilgub, diantaranya di Sumut, Jawa Barat, Jawa Timur juga di Papua. Karena baik SBY maupun JK keduanya dikenal sebagai sosok nasional yang lekat dengan kedua Partai tersebut,” kata Hinca di Jakarta, Senin (25/6) malam.

Lantas melihat hal tersebut, Hinca berharap kalau pertemuan antara SBY dengan JK memberi sinyal bahwa hubungan keduanya agar semakin harmonis sehingga bisa berafiliasi kepada partai dan ikhwal mengenai koalisi antara kedua partai agar segera dapat terwujud. Terlebih, menurutnya sejauh ini kubu PDIP dan Gerindra sudah terlihat arah koalisinya.

“Jika PDIP saat ini sudah ada koalisinya. Begitu juga Gerindra, maka diharapkan pertemuan ini membuka peluang Koalisi alternatif Golkar Demokrat. Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin,” tandas Hinca.