Selain Novel, Aktivis ICW Juga Pernah Diteror Orang Tak Dikenal

MONITOR, Jakarta – Harus diakui, menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap bersinggungan dengan ancaman teror. Seperti halnya yang terjadi pada Novel Baswedan.

 

Namun rupanya ancaman teror tak hanya terjadi di jaman pemerintahan Jokowi saja. Koordinator ICW Adnan Topan Husodo‎ menyatakan teror serupa juga terjadi pada era kepemimpinan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

Adnan membeberkan, aksi teror pernah menimpa aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun.

 

"Peristiwa yang menimpa Tama itu 8 Juli 2010 dan sampai hari ini pelaku tidak terungkap juga," ungkap Adnan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).

 

Lebih lanjut Adnan menilai, kasus yang dialami Novel hampir mirip dengan peristiwa yang dialami Tama. Tama maupun Novel, kata Adnan, keduanya juga sempat merasa dibuntuti oleh oknum tak dikenal.

 

"Tama juga saat itu tengah tangani (kasus dugaan) rekening gendut (oknum jenderal) kepolisian. Laporan sudah ke KPK, namun ada sedikit kecerobohan dari kami sehingga informasi itu bocor. Keluar kantor ICW, Tama sering dibuntuti orang tidak kenal. Bahkan, sudah ada informasi intelijen yang memberikan warning kepada ICW untuk waspada. Itu juga disampaikan tim dari kepolisian," ujarnya.

 

Sama halnya dengan Novel, Tama diserang orang tak dikenal pada saat keadaan gelap gulita, yakni waktu malam.

 

Menurut keterangan penyelidikan, target saat itu yakni ingin menghabisi Tama. Para pelaku menyerang Tama dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai. 

 

Untungnya, kata Adnan, teror yang direncanakan pembunuh Tama gagal.