Sejumlah Pengurus DPP PDIP Sambangi Kantor DPP PKB

MONITOR, Jakarta – Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Hasto Kristiyanto, didampingi Rokhmin Dahuri, Idham Samawi, Wiryanti Sukamdani, Utut Adianto, Diah Pitaloka dan Fallah Amru, mendatangi kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jl.Raden Saleh No.9, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Tepat jam 13.45 Rombongan DPP PDI Perjuangan langsung diterima oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (10/4). Menurut Hasto, kunjungannya ke Kantor PKB adalah untuk menegaskan politik nasionalis islam dan kesejarahan PDIP dengan PKB. 

“Saya mendengar berita kalau Cak Imin baru saja meresmikan posko untuk pemenangan Pak Jokowi. Jaketnya merah lagi, ini kan bagus. Jadi kita punya emotional bonding yang sama, kesejarahan yang cukup kuat untuk bersama-sama mengawal pemenangan Pak Jokowi,” kata Hasto.

Sudah sejak lama antara PDI Perjuangan dengan PKB memiliki hubungan. Cak Imin (sapaan akrabnya) sudah dianggap seperti putra sendiri oleh Ibu Megawati Soekarnoputri ketua Umum partai berlambang banteng. 

Menurut Hasto, kunjungannya ke Kantor PKB adalah untuk menegaskan politik nasionalis islam dan kesejarahan PDIP dengan PKB.  

"Cak Imin pada pertemuan dengan saya sebelumnya ingin memperkuat kembali bagaimana antara Bung Karno kemudian tokoh-tokoh yang bersama mendirikan Republik ini, Kiai Haji Hasyim Asyari, kemudian Gus Dur, itu juga memiliki kedekatan di dalam perjuangan untuk menegakkan Pancasila, NKRI, dan juga mengawal konstitusi kita," tutur Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, kunjungan ini juga merupakan bentuk konsolidasi antara PDIP dan PKB untuk memenangkan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno pada Pilkada Jawa Timur. 
“Terkait dengan Pilkada Jawa Timur, kami akan lakukan langkah-langkah konsolidasi, mengingat berdasarkan survei pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti yang diusung PDIP bersama dengan PKB itu elektabilitasnya sudah melesat pada saat ini di atas kompetitornya,” ujarnya.

Khusus untuk pilpres, Hasto menyerahkan proses penggodokan cawapres kepada Presiden Jokowi bersama ketua-ketua umum partai pendukung presiden dan tentu mendengarkan aspirasi Jusuf Kalla sebagai wapres petahana.