Saling Sentil di Twitter, Fadli Zon Menduga Menteri Susi Sedang ‘Baper’

MONITOR, Jakarta – Saling berbalas cuitan menjadi hal yang lumrah bagi para pengguna Twitter, termasuk para tokoh publik hingga politisi yang ingin mengungkapkan argumennya. Dan twitter menjadi media efektif untuk mengungkapkan hal itu.

Belakangan ini melalui akun Twitter pribadinya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dengan nada satir melontarkan kritikannya kepada Pemerintah. Kali ini Menteri Kelautan dan Perikanan yang menjadi sasaran kritikan politikus Gerindra tersebut.

Dalam kicauannya di akun twitter @Fadlizon, Fadli mengatakan "Di tempat lain kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu ukuran Kementerian Kelautan Dan Perikanan."

<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id"><p lang="in" dir="ltr">13) Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan. <a href="https://twitter.com/Gerindra?ref_src=twsrc^tfw">@Gerindra</a></p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/961085676036022273?ref_src=twsrc^tfw">7 Februari 2018</a></blockquote>
<script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Tidak tinggal diam dengan kicauan Fadli itu. Menteri Susi Pudjiastuti langsung menanggapi kicauan wakil ketua DPR tersebut dengan santai. " Mengenai ukuran keberhasilan yg telah anda lakukan apa Pak Fadli yth??? Mohon pencerahan" Balas Susi lewat akun Twitternya @susipudjiastuti.

<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id"><p lang="in" dir="ltr">Ukuran keberhasilan yg telah anda lakukan apa Pak Fadli yth??? Mohon pencerahan</p>&mdash; Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti) <a href="https://twitter.com/susipudjiastuti/status/961170672884924416?ref_src=twsrc^tfw">7 Februari 2018</a></blockquote>
<script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Buntut dari aksi balas kicauan di media Sosial Twitter tersebut, Fadli mengira Menteri Susi "Baper" saja. Menurutnya, apa yang dirinya sampaikan melalui Twitter tersebut relatif lunak. Hal itu terkait ulang tahun Gerindra dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah selama ini, salah satunya terkait nasib nelayan. 

"Jadi apa yang dilakukan bu Susi saya kira niatnya bagus ya, tentang memproteksi dari illegal fishing kita mendukunglah. Tetapi soal penenggelaman kapal jangan dijadikan semacam seolah-olah acuan keberhasilan" Ujar Fadli, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (8/2).

Menurut Fadli keberhasilan itu sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 tentang Bumi, Air, dan Kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

"Nah air laut ya, lautan itu harusnya memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Nelayan di era nya pak Jokowi ini kehidupannya makin hari makin susah" Kata dia. 

<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id"><p lang="in" dir="ltr">Perintah konstitusi:bumi air n kekayaan yg trkandung didlmnya dikuasai negara utk kemakmuran rakyat. Nah, laut kita sdh bikin rakyat makmur?</p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/961268398926655489?ref_src=twsrc^tfw">7 Februari 2018</a></blockquote>
<script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

Tidak hanya itu Fadli pun menyinggung makin banyak regulasi yang pemerintah buat rentan untuk di kriminalisasi termasuk penggunaan cantrang. Ia menegaskan jadi itu lebih kepada apakah nelayan sejahtera, apakah laut sudah memberikan kesejahteraan kepada nelayan rakyat Indonesia, itu kan belum. 

"Yang ada adalah kapal-kapal itu ditenggelamkan dan kemungkinan bisa merusak lingkungan laut gitu kan. Kapal itu di bom kemudian masuk ke laut dan sebagainya, ini kan bisa merusak" Ungkapnya. 

Dia menambahkan, terkait kicauan balasan Menteri Susi kepadanya tentang apa keberhasilannya. Fadli menegaskan, tidak pernah mengklaim keberhasilan. Fadli mengatakan, ia akan melaporkan apa yang sudah ia lakukan. 

"Kalau itu dianggap berhasil atau tidak itu urusan orang lain bukan urusan saya. Tapi apa yang saya lakukan sepanjang menjadi pimpinan DPR sebagai anggota DPR ya saya laporkan kepada publik. Terutama juga pada konstituen saya" Pungkasnya.

<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id"><p lang="in" dir="ltr">Sy tuangkan dlm 3 buku &quot;Berpihak Pada Rakyat&quot; apa yg sy lakukan (bukan klaim keberhasilan) kurun 2014-2015, 2015-2016, 2016-2017 sb <a href="https://twitter.com/DPR_RI?ref_src=twsrc^tfw">@DPR_RI</a>. <a href="https://t.co/RznoParP4M">https://t.co/RznoParP4M</a></p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/961205530432749568?ref_src=twsrc^tfw">7 Februari 2018</a></blockquote>
<script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>