Rumah Gerakan 98 Apresiasi Pelaksanaan Dzikir Kebangsaan di Istana

MONITOR, Jakarta – Dzikir Akbar di Istana Merdeka, Selasa (1/8) lalu menjadi sejarah di Indonesia. Pasalnya, ini pertama kali seorang Presiden menggelar acara dzikir di halaman istana Merdeka Jakarta. 

Rumah Gerakan 98 yang memiliki platform "Merawat Kebangsaan" turut diundang dalam acara dzikir kebangsaan di Istana tersebut. 

Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard Haloho menilai, hal ini merupakan langkah positif Presiden Joko Widodo melalui Majelis Dzikir Hubbul Wathon dengan pendekatan agama dalam rangka merawat kebangsaan. 

"Sehingga bisa memberikan rasa aman, nyaman bagi masyarakat bahwa kebhinekaan adalah kodrat bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama," kata Bernard di Jakarta, Kamis (3/8).

Dia juga mengaku bangga dan hormat kepada Ketua Umum Majelis Dzikir Hubbul Wathon KH Mustofa Aqil Sirodj dan Sekjen Hery Haryanto Azumi yang mengambil peran penting dan strategis menjaga Pancasila dari ancaman bahaya radikalisme agama.

 

Karenanya Bernard menegaskan, untuk kegiatan Majelis Dzikir Hubbul Wathon di daerah-daerah nanti , seluruh DPW-DPW Rumah Gerakan 98 akan diperintahkan untuk ikut partisipasi mensukseskan acara tersebut.

"Karena spiritnya sama dan senyawa, yaitu merawat Keebangsaan," ungkapnya. 

Diketahui, Presiden Jokowi mendukung acara Dzikir Kebangsaan yang diprakarsai Majelis Dzikir Hubbul Wathon dimana Jokowi juga menjadi Ketua Pembinanya. Majelis Dzikir Hubbul Wathon diisi oleh ulama-ulama nusantara yang ramah dan toleran. 

Majelis Dzikir besutan Rais Aam PBNU,  Kyai Ma'ruf Amin ini sudah pasti menghadirkan Islam yang penuh kesejukan dan kenyamanan mengajak seluruh komponen bangsa untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara-cara yang religius dan mengisi kemerdekaan dengan kerja keras agar dapat mewujudkan kesejahteraan yg dicita-citakan. 

Dalam acara tersebut, Presidenpun mengatakan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang wajib dijaga dan dipertahankan bersama agar masyarakat tidak mudah dipecah-belah. Dengan dukungan dan kerja sama yg erat dilakukan oleh para ulama dan masyarakat maka Pemerintah dapat bekerja dengan baik dan optimal mewujudkan programnya. 

Presiden mengingatkan bahwa pemimpin negara asing sangat kagum dengan budaya toleransi yang dimiliki oleh kita berdasarkan Bhineka Tunggal Ika.