Rombak Jajaran Direksi Pertamina, DPR akan Panggil Menteri Rini

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana angkat bicara terkait perombakan jajaran direksi Pertamina. Menurut Azam, Perubahan yang terjadi di jajaran direksi Pertamina diimbau agar mengedepankan kepentingan bangsa, selain juga untuk kemajuan korporasi. Tak boleh ada tujuan tertentu di balik perubahan jajaran direksi Pertamina tersebut.    

“Kita mau lihat apa saja yang berubah termasuk nomenklaturnya. Barangkali ini penyesuaian dengan situasi sekarang. Logikanya perubahan-perubahan itu menuju arah perbaikan. Jangan sampai perubahan itu untuk kepentingan-kepentingan tertentu,” ucap Azam sebelum mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Rabu (16/8/2017).

Seperti diketahui, Menteri BUMN mengubah jajaran direksi Pertamina, bahkan nomenklaturnya juga banyak diubah. Dalam susunan direksi baru, ada nama Gigih Prakoso sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko. Sementara Ardhy N. Mokobombang sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Nomenklatur jabatan anggota direksi yang berubah adalah Direktur SDM, Teknologi Informasi, dan Umum menjadi Direktur SDM. Direktur Keuangan dan Strategi Perusahaan menjadi Direktur Keuangan.      

“Nanti kita akan tanya setelah masa reses ini kepada pemerintah, apa dasar-dasar perubahan itu. Walau ini domain pemerintah, tapi DPR perlu tahu. Ini penting bagi DPR untuk melakukan fungsi pengawasan,” tandas Azam.

Politisi Partai demokrat ini menyerukan agar Pertamina tidak melenceng dalam menjalankan roda manajemennya.