Respon Polisi atas Pernyataan Novel Baswedan di Time

Monitor, Jakarta – Novel melontarkan pernyataan yang membuat banyak pihak tecengang. Ditengah pengungkapan kasusunya yang yang mandeg, penyidik KPK itu mengatakan kepada wartawan majalah Time saat dirinya di wawancara di Rumah sakit Singapura bahwa ia menerima informasi adanya keterlibatan petinggi Polri.

“Sebenarnya saya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal polisi seorang pejabat polisi tingkat atas telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan informasi itu bisa saja salah. Namun kini, ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar,” kata Novel kepada Time seperti dilansir situs time.com, Selasa (13/6).

Menyikapi pernyataan Novel tersebut. Berikut kami rangkum beberapa respon polri, diantaranya : 

1, Sebut Pernyataan Novel berimplikasi Hukum dan Rusak Citra Polri 

Polda Metro Jaya menyatakan pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan soal dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi pada aksi penyiraman cairan kimia, kepada media asing memiliki implikasi hukum.

"Iya (tendensius) bisa ada implikasi hukum," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Sabtu (17/6).

Argo menekankan Novel harus membuktikan pernyataan dugaan keterlibatan jenderal terkait aksi teror yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut.

Selain berimplikasi hukum, Argo mengatakan pembicaraan Novel kepada majalah Time terkait indikasi keterlibatan jenderal merusak citra Polri. "Kami sayangkan karena omongan seperti itu menciderai institusi kepolisian," tuturnya.

2. Kapolri Akan Temui Pimpinan KPK

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Novel Baswedan menyebut nama jenderal yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan tersebut.

"Kalau ada oknum jenderal, jenderal yang mana? Buktinya apa? Itu yang penting," kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/6).

Tito menyayangkan sikap Novel yang mengungkapkan pernyataan itu kepada media, bukan kepada penyidik Polri.

Kapolri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK mengenai perkembangan penanganan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.Tito pun berencana akan mendatangi kantor KPK membahas pernyataan Novel tersebut.

"Saya rencananya Senin (19/6) mau ke KPK," kata Tito Karnavian.

3. Tidak menutup kemungkinan akan diproses secara hukum 

Polda Metro Jaya mensinyalir akan memproses penyidik senior KPK Novel Baswedan terkait pernyataannya yang menyebut ada perwira tinggi terlibat dalam insiden penyiraman air keras. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, penyelidikan bisa dilakukan bila ada laporan masyarakat yang masuk ke kepolisian.

Argo mengakui pihaknya akan mendalami pernyataan Novel. Jika memenuhi unsur, tidak menutup kemungkinan polisi akan menaikkan kasus itu ke tahap penyelidikan.

"Kalau unsurnya terpenuhi ya bisa. Menuduh orang kan mesti ada bukti, buktinya apa, siapa orangnya,” ujarnya seperti dilansir dari jpnn. Sabtu (17/6).

"Kalau nuduh orang itu yang jelas. Siapa jenderalnya, buktinya apa," tegasnya.

4. Kirim tim penyidik ke rumah sakit di Singapura

Selain akan mendatangi KPK, Kapolri Tito Karnavian juga berencana akan mengirimkan tim penyidik ke rumah sakit di Singapura untuk membahas terkait pernyataan Novel sekaligus koordinasi perkembangan kasus penganiayaan penyidik senior KPK itu.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya akan mengirim tim ke Singapura untuk mengecek kebernaran soal pernyataan Novel Baswedan mengenai dugaan keterlibatan jenderal dalam kasus teror terhadap penyidik KPK itu.

"Kita telah dua kali mengirim tim ke Singapura untuk mengungkap kasus teror terhadap Novel yang kini sedang menjalani pengobatan matanya di rumah sakit Singapura akibat disiram air keras, setelah munculnya pernyataan adanya dugaan keterlibatan seorang jenderal pihaknya akan mengirim kembali tim meminta penjelasan agar tidak berkembang menjadi fitnah," kata Kapolri Jendral Tito Karnavian saat melakukan safari Ramadan, di Palembang, Jumat (16/06/2017).

Menurut dia, kasus teror terhadap penyidik KPK itu menjadi perhatian serius pihaknya untuk diungkap secara terang benderang sehingga tidak berkembang persepsi macam-macam.