Refleksi Akhir Tahun, Mahasiswa Muhammadiyah Desak Jokowi Rombak Kabinet Kerja

MONITOR, Jakarta – Koordinator Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia, Gifari Shadad meminta Presiden RI Joko Widodo mengevaluasi kinerja menterinya dan segera merombak susunan kabinet.

Hal tersebut disampaikan Gifari dalam rilis persnya yang diterima media hari ini di Jakarta, Rabu (6/12) sebagai bentuk refleksi akhir tahun 2017 dalam era kepemimpinan dibawah Jokowi-jK.

"Karena akhir tahun 2017 menjadi titik refleksi bagi pemerintah Jokowi-JK, yang pada dasarnya, apakah program dan kinerja Jokowi-JK sudah mampu menyentuh pada masyarakat serta membawa Indonesia menjadi negara berkemajuan dari tahun-tahun sebelumnya," terangnya

Menurut Gifari, terkait refleksi akhir tahun Jokowi-JK, ada tiga sektor yang harus diperhatikan Jokowi. Pertama sektor ekonomi. Dimana data pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa saat ini daya beli masyarakat kian merosot. Kedua sektor keamanan yang saat ini, aksi separatisme kian meningkat. Ketiga terkait problematika hukum. Dalam pengamatannya, hukum masih saja bak pisau yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

"Dari dampak tersebut tiga aspek harus di evaluasi oleh bapak Presiden Joko Widodo, Yaitu Menteri Koordinator Bidang Ekonomi (Darmin Nasution), Kepala Badan Intelejen (Budi Gunawan) dan Menteri Hukum dan HAM (Yasonna Laoly). Patut menjadi perioritas untuk di reshuffle," pintanya.

Lebih lanjut menurutnya, desakan reshuffle kabinet itu sesuai dengan kesepakatan bersama hasil konsolidasi mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia yang sudah dilaksanakan baru-baru ini.

"Jika ini tidak segera ditindaklanjuti oleh bapak Presiden, bisa dikatakan pemerintah akan menjadi musuh bersama bagi kaum mahasiswa se-Indonesia," tegasnya.