Puan Berencana Temui Prabowo, Ini Tanggapan Gerindra

MONITOR, Jakarta – Ketua dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDI-P) non aktif Puan Maharani dikabarkan akan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menanggapi adanya kabar pertemuan itu, Politisi partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai hal itu dengan biasa saja, dan menyambut baik akan hal itu.

“Tidak apa apa kalau mbak Puan ingin ketemu bapak prabowo, tentu pak prabowo akan menyambut baik. Selama ini kan prabowo tidak pernah menghalangi ataupun menghindar bertemu dengan siapa saja apalagi ini bertemu dengan Puan maharani yang merupakan cucu proklamator bangsa, Soekarno. Tentu ini akan kita hargai dan hormati. Jadi itu menurut saya itu sesuatu yang baik,” kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Meski begitu, Riza tidak membeberkan lebih jauh terkait agenda pertemuan itu, terlebih adanya wacana pembahasan mengenai capres di pilpres 2019.

“Saya tidak tahu apa yang akan dibicarakan nantinya, yang pasti kedua tokoh ini membicarakan hal hal yang penting untuk bangsa dan negara, dan itu baik, tidak ada masalah,” tukasnya.

Dengan begitu, Riza meganggap kalau pihaknya akan menyambut baik apa hasil yang akan di dibicarakan nanti, apakah itu menyangkut pemilu, pileg ataupun pilpres, apalagi menyangkut pemerintahan ke depan, probelamtika bangsa ke depan, kata dia itu mungkin saja dibahas dan itu sangat baik. 

“Karena selama ini hubungan kami pdip dan gerindra baik baik saja, tidak ada masalah yang berarti, dulu pernah sama sama mengusung bu mega dan pak prabowo di pilpres 2009,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia juga mengungkapkan kalau dalam pilpres nanti tidak etis apabila hanya ada calon tunggal, menurutnya hal itu contoh yang kurang baik di era demokrasi, Riza malah merasa yakin kalau ketua umum Prabowo akan maju dalam perhelatan pilpres 2019. Terlebih sejauh ini kader gerindra sudah ngotot untuk mengusung prabowo menjadi capres.

“Saya tidak melihat sejauh itu, saya kira, semua memahami dalam rangka membangun pilpres, membangun demokrasi ke depan, kita sepakat bahwa tidak ada calon tunggal, karena calon tunggal menurut kita contoh yang kurang baik. Dan kita berharap tidak mebahas calon tunggal karena kami telah sepakat seluruh kader  mendukung ‎pak prabowo, dan kami memiliki optimisme yang tinggi beliau akan memenangkan pilpres 2019, dan akan membawa indonesia jauh lebih baik,” pungkasnya.