Prihatin Terhadap Pengawasan Pemilu, Pegiat Demokrasi Dirikan IViD

MONITOR, Jakarta – Lembaga penggiat demokrasi, Indonesia Voter Initiative for Democracy (IViD) lahir dari keprihatinan terhadap pengawasan dalam pelaksanaan Pemilu.

Begitu disampaikan Inisiator yang juga Ketua IViD, Rikson Nababan dalam acara Launching lembaga itu dengan tajuk, “Pengenalan Publik, IVID untuk Pemilihan dan Pemilu Serentak” di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/9) malam.

Menurut Rikson, kebanyakan masyarakat saat ini hanya melakukan pemantauan pemilu lebih karena mobilisasi, bukan partisipasi.

“Kami rasakan partisipasi masyarakat lebih ke mobilisasi saja, apa karena Pilkada langsung, saya gak tau juga. Saya berharap, banyak masyarakat yang menjadi pemantau jalannya Pemilu,” ujar Rikson saat memberi sambutan dalam acara lauching IViD.

IViD, kata Rikson, nantinya akan lebih fokus pada pemantauan dan pengawasan terhadap jalannya Pemilu. Karenanya, Rikson menegaskan, IViD siap mengawal pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“IViD berbasis pada pemantauan pemilu, pendidikan politik dan kewarganegaran, penerbitan dan pemberitaan media online, dan survey jajak pendapat,” terang Rikson.

Rikson juga menjelaskan makna hewan keledai memegang kotak suara yang dijadikan logo IViD. Dikatakannya, keledai itu binantang paling tulus, pekerja keras dan tidak pilih-pilih pekerjaan.

“Secara fisik keledai punya telinga lebih panjang dari mulutnya, artinya kita lebih akan banyak mendengar. Kita ingin dengar misalnya masyarakat mau pemilu seperti apa, kekurangannya apa,” ungkapnya.

Selain Rikson Nababan, ada beberapa pegiat demokrasi yang turut menginisiasai lahirnya lembaga tersebut, diantaranya yaitu Hasyim As'yari (Komisioner KPU RI), Mimah Susanti (Mantan Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta), Saadah Mardiyanti (Mantan Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu) dan Muammarullah Umam (Mantan Tim Asistensi Bawaslu RI)

Dalam launching tersebut, dilakukan peluncuran beberapa program IViD, antara lain SADAP (Sistem Informasi Data Pemilih), SIDUKUN (Sistem verifikasi Dukungan), SIPITUNG (Sistem Verifikasi Penghitungan dan Rekapitulasi Suara).