Politisi Muda PPP Prihatin Meme Kasus Setya Novanto

MONITOR, Jakarta – Beredarnya meme lelucon yang menceritakan tersangka kasus korupsi proyek KTP-e Setya Novanto (SN) di media sosial turut mengundang keprihatinan politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sya'roni Mubarrok.

Menurut pria yang karab disapa Rony itu, fenomena SN menegaskan bahwa Indonesia dalam keadaan krisis moral. Masyarakatnya saat ini suka main hakim sendiri dan menjustifikasi persoalan hukum sebelum ada ketetapan pengadilan.

"Kasus SN menegaskan kepada kita semua Indonesia dalam keadaan yang sangat-sangat parah kerusakannya. Bagaimana ketika orang-orang sudah mengambil kesimpulan, membully,dan menghakimi SN yang statusnya masih dalam proses hukum yang belum berketetapan hukum," katanya saat dihubungi Monitor, Jakarta, Sabtu (18/11).

Dalam pandangannya, perilaku masyarakat sekarang, terutama dalam menanggapi kasus SN yang sedang banyak di-bully di Media sosial, termasuk perilaku anarkhi dan tidak sesuai ajaran agama.

"Teriak-teriak NKRI tapi perilakunya anarkhi. Dengan sadar membenarkan perilaku ghibah dan syuhriyah (mencaci maki) dengan senang hati. Andaipun SN dinyatakan pengadilan bersalah, apa benar dan boleh untuk mengghibah dan mencaci maki? Bukankah Allah Ta'ala meralang syuhriyyah seperti termaktub dalam Q.S Al Hujarat ayat 11," Tegas Rony yang juga aktivis PP IPNU ini.

Menurut pendapatnya lebih lanjut, politik jangan hanya ditafsirkan dari tingkah laku aparatusnya yang bobrok. Saat ini Indonesia dikatakannya sedang mengalami krisis moral multi dimensi. Pada penilaiannya, Ini diakibatkan oleh fungsi pendidikan yang belum maksimal.

"Indonesia mengalami krisis moral multi dimensi yang diakibatkan fungsi pendidikan yang belum maksimal. Tugas kita semua berpartisipasi memperbaikinya, bukan memperkeruh keadaan tanpa memahami persoalann yang sebenarnya," tutupnya.