Politikus Gerindra Ini Optimis Prabowo Menangkan Pilpres 2019

MONITOR, Jakarta – Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 17-24  September menunjukan sebanyak 34,5 % memilih Jokowi melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua. Sementara 11,5 % responden lain memilih Prabowo.

Meski menempel posisi Jokowi bukan berarti Prabowo tidak bisa bersaing dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Hal itu diutarakan oleh Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Abdul Wachid. Ia menilai prediksi ketua umumnya bakal kalah bersaing dengan Jokowi ini terlalu dini.

"Itu terlalu prematur. Yang bikin analisa gak paham lapangan seperti apa dan asal bicara," ujar Abdul Wachid kepada wartawan. Jakarta, Kamis (12/10).

Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah itu menjelaskan, saat ini rakyat Indonesia sudah semakin cerdas membedakan mana pemimpin yang tulus dan mana yang tidak.

"Ya kalau Jokowi kan kita tahulah, dia di backup sama media-media mainstream. Jadi, masyarakat sudah bisa menilai kok, mana yang pencitraan, mana yang tidak. Salah besar kalau dibilang Jokowi disukai pemilih pemula. Buktinya basis-basis Jokowi kemarin rontok saat pilgub DKI lalu," jelas Abdul Wachid.

Selain itu, Abdul pun menyoroti Ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi perlemahan daya beli. 
Mengingat masuknya gelombang inovasi disruptif (disruptive innovation), pola bisnis pengusaha dan belanja masyarakat pun ikut berubah.

"Hari ini bagaimana daya beli masyarakat yang turun, target pertumbuhan ekonomi yang masih stuck. Artinya, apa yang diumbar Jokowi tidak sesuai faktanya dan itu yang masyarakat pada umumnya sudah tahu. 2019 kami tetap optimis bahwa Prabowo akan memenangkan pilpres," tandasnya.