Tak Ada Kontribusi, Kader PKS Tolak Usung Anies Jadi Cawapres

Kader PKS Tolak usung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi cawapres (dok.wartakota)

MONITOR, Jakarta – Jelang pendaftaran Capres-Cawapres Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikut bermanuver. Belum lama ini, Anies melakukan pertemuan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Usai pertemuan Anies menebar senyum.

Sejumlah kalangan menduga, pertemuan Anies dengan Sohibul Iman itu membahas konstalasi politik jelang pendaftaran Capres-Cawapres. Bahkan bukan tidak mungkin Anies ingin mendapatkan tiket cawapres dari partai berideologi Islam itu.

So, apakah Anies ingin PKS mengusungnya menjadi cawapres? Sejauh ini belum ada yang berani membenarkan. Tapi yang jelas, kader PKS Mahfuz Sidik mengaku tidak setuju partainya mengusung Anies sebagai cawapres.

Itu karena, kata Mahfuz, Gubernur DKI Jakarta itu tidak punya kontribus apapun ke PKS. ”Memang Anies asosiasinya lebih dekat dengan PKS. Tapi bukan berarti kami akan memberikan tiket cawapres secara uma-cuma kepada Anies,” tandasnya.

Mahfuz tidak menampik jika sebelumnya nama Anies Baswedan masuk dalam daftar cawapres yang akan diusung PKS. Tapi hasil seleksi yang dilakukan internal PKS, dari sembilan nama yang tersisa hanya dua nama. ”Sekarang tinggal nama Pak Salim Segaf Al Jufri (Pimpinan Majelis Syuro PKS) dan Pak Aher (Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan),” ungkapnya.

Karenanya, kepusingan PKS dalam urusan mengusung cawapres sudah jauh berkurang. Ia mengibaratkan, hal itu akan terjawab meski hanya dengan istirahat sejenak. ”Jadi sudah berkurang pusingnya, dari 9 jadi tinggal pilih 2. Nah kalau pilih dua, tidur sebentar, ilhamnya dapat,” ujarnya berkelakar.