Jika terpilih, Prabowo janji stop impor di 100 hari pertama kerja

Pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok: kompas)

MONITOR, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto belakangan menyindir soal derasnya peluang keran impor pangan. Jika terpilih jadi Presiden, Prabowo pun berjanji akan menghentikan kebijakan impor beras yang cenderung merugikan petani lokal.

Hal ini diamini Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menilai kebijakan impor pangan yang cukup ugal-ugalan di masa Jokowi ini perlu distop.

Dahnil mengatakan, adanya rente pangan di Indonesia cukup rumit. Menurutnya jika Prabowo nanti terpilih, maka mantan Danjen Kopassus itu tak akan membiarkan kebohongan data sekalipun soal pangan.

“Prabowo ingin memastikan beliau nanti tidak akan membiarkan laku impor pangan dengan tujuan rente dengan melakukan kebohongan data supply komoditi seolah -olah kita mengalami kelangkaan, yang mengorbankan petani,” kata Dahnil dalam Twitter resminya, Senin (5/11).

Lebih lanjut, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mengatakan, sejak awal visi Prabowo adalah fokus pada keunggulan komparative Indonesia di sektor pertanian untuk memastikan kecukupan supply pangan dalam negeri. Prabowo, dikatakan Dahnil, ingin meninggikan kesejahteraan petani dan melakukan modernisasi pertanian Indonesia.

Adapun konkritnya, Dahnil mengatakan pada 100 hari pertama masa kerja Prabowo-Sandi, jika terpilih nanti, akan melakukan revitalisasi di sektor pertanian. Hal ini dikatakan Dahnil, untuk memastikan keberpihakan pemerintah pada para petani lokal.

“Revitalisasi pertanian menuju kedaulatan pangan harus dimulai sejak awal pemerintahan, ini menjadi fokus 100 hari pertama pemerintahan Prabowo dan bang Sandi Uno untuk memastikan intensif di sektor pertanian hadir melalui keberpihakan perbankan dan subsisdi pemerintah di sektor ini,” tandas Dahnil.