Relawan Prabowo Ancam Kerahkan Massa Lawan Jokowi

Pendukung relawan Prabowo Subianto yang tergabung dalam Relawan Nasional Prabowo - Abdul Somad (RN PAS) melakukan konsolidasi intens (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Suhu politik jelang Pilpres 2019 mulai memanas. Masing-masing para pendukung calon presiden yang akan tampil di kontestasi itu mulai saling ancam mengancam.

Pendukung relawan Prabowo Subianto yang tergabung dalam Relawan Nasional Prabowo – Abdul Somad (RN PAS) misalnya. Melalui Ketua Umumnya, Egi Sudjana, RN PAS mengancam akan mengerahkan people power jika pada Pilpres 2019 Prabowo kembali dicurangi seperti yang terjadi pada Pilpres 2014.

“Pilpres 2019 Prabowo harus menang. Kalau dicurangi kita lawan dengan people power,” ungkap Egi dalam rapat relawan Prabowo  yang digelar di Markas Besar (Mabes) Gerakan Laskar (GL) Pro 08, Jalan Menteng Dalam, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8) malam.

Dibeberkan, Anggota Dewan Penasehat Persaudaraan Alumni (PA) 212 in, di pilpres 2014 kecurangan kubu Presiden Jokowi sangat nyata berdasarkan bukti-bukti yang diajukan Tim Pemenangan Prabowo, terutama kecurangan dengan sistem Noken di Papua, yang dikuatkan oleh video dan keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi bernama Novela Nawipa.

“Tapi sayangnya semua bukti yang diajukan kala itu diabaikan majelis hakim MK, dan gugatan Prabowo ditolak,” tegas Egi.

Ia memprediksi bahwa kecurangan di Pilpres 2019 kemungkinan akan lebih gila dibanding pada Pilpres 2014, karena Jokowi ingin menjadi presiden dua periode.

Untuk itu, ia meminta relawan memenuhi tiga persyaratan untuk menghadapi kerasnya kontestasi di Pilpres 2019, dan memenangkan Prabowo.

Persyaratan tersebut adalah siap diatur, siap menanggung risiko, dan mau menjadi saksi di TPS pada hari pencoblosan.